Sensus Penduduk Online di Sleman Jauh dari Target

Foto ilustrasi. - Ist/Everypixel
28 Mei 2020 07:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Sejak dimulai pada 15 Februari lalu, jumlah warga di Kabupaten Sleman yang mengisi laman sensus penduduk secara daring masih jauh dari target. Jelang penutupan pada 29 Mei mendatang, jumlah keluarga yang mengisi sensus penduduk tercatat baru 57.009 kepala keluarga (KK) atau 15,56% dari total penduduk Sleman.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sleman, Arina Yuliati mengatakan pihaknya masih terus melakulan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengisi sensus penduduk online. "Untuk Sleman kami menargetkan 24 persen warga Sleman mengisi sensus penduduk online," kata Arina kepada Harian Jogja, Rabu (27/5/2020).

Semula, sensus penduduk oleh BPS akan dilalui dalam dua tahap yaitu sensus penduduk online dari 15 Februari hingga 31 Maret, kemudian dilanjut sensus penduduk wawancara pada 1-31 Juli mendatang. Namun, sebagai langkah antisipasi pandemi Covid-19, BPS memperpanjang masa sensus penduduk online hingga 29 Mei. Sementara, sensus penduduk wawancara digeser hingga 1-31 September.

Menurut Arina, tak hanya waktu untuk sensus penduduk wawancara saja yang terdampak pandemi, namun juga anggaran bagi petugas wawancara lantaran pemerintah pusat tengah melakukan penghematan anggaran cukup besar pada sejumlah kementerian dan lembaga untuk mengatasi Covid-19.

"Untuk BPS termasuk anggaran sensus penduduk ini kena penghematan. Sehingga dengan terbatasnya dana dan situasi kondisi yang tidak kondusif, tidak memungkinkan lagi untuk melaksanakan sensus penduduk wawancara yang semula akan menggunakan 2.553 petugas untuk melakukan wawancara langsung pada penduduk," katanya.

Lantaran hal itu, Arina mengakui jikapun ada suntikan dana untuk BPS akan tetap melakukan rekrutmen petugas sensus, namun tidak sebanyak rencana awal. Untuk itu, BPS Sleman sedang menyiapkan sistem sensus penduduk wawancara yang melibatkan pengurus rukun tetangga untuk membantu memeriksa dan memverifikasi hasil pengisian mandiri yang dilakukan penduduk.

"Namun kalau sementara situasinya masih seperti sekarang dengan adanya social distancing, maka BPS harus menempuh kebijakan lain dalam menuntaskan sensus penduduk. saat ini hal itu sedang dalam pembahasan," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Arina juga menyampaikan terima kasihnya pada penduduk yang telah berpartisipasi dalam sensus penduduk online. Ia juga mengimbau bagi warga yang belum mengisi sensus penduduk online untuk bisa turut berpartisipasi melalui sensus.bps.go.id dengan memanfaatkan sisa waktu yang tersisa selama dua hari ini.

"Kalau mengalami kesulitan bisa menghubungi BPS untuk dipandu atau dikirimi tutorial cara pengisian melalui Whatsapp oleh pegawai BPS," kata Arina. Sementara bagi yang sudah mengisi namun belum tuntas ia mengimbau untuk segera diselesaikan lantaran menjelang penutupan sensus penduduk online biasanya akan terjadi loading pada website karena banyak masyarakat berbarengan mengisi laman sensus.