Delapan Tim Asia Lolos ke Piala Dunia U-17, Ada Vietnam
Vietnam lolos ke Piala Dunia U-17 2026 usai tampil impresif di Piala Asia U-17, sementara Indonesia kembali absen.
Petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul memanen bawang merah organik/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com,BANTUL—Tingginya harga bawang merah yang mencapai Rp40.000 per kilogram tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan penghasilan petani bawang merah di Bantul.
Sebaliknya, petani justru tidak banyak menikmati keuntungan dari tingginya harga komoditas ini lantaran minimnya hasil panen seusai diserang hama, beberapa waktu lalu.
Ketua Asosiasi Petani Bawang Merah Bantul, Suroto, mengatakan akibat serangan hama ulat dan jamur, banyak petani bawang merah gagal panen. Alhasil, pasokan bawang merah di pasaran sangat terbatas dan membuat harga melambung tinggi. "Harga yang ada di pasaran hanya menjadi bayangan. Sebab, banyak petani bawang merah gagal panen," katanya, Kamis (4/6/2020).
Suroto mengisahkan akibat serangan hama ulat dan jamur saat bawang merah berusia 35 hari, dirinya hanya mampu memanen sebanyak 300 kilogram pada musim ini. Padahal, pada kondisi normal untuk lahan seluas 1,6 hektare dia biasanya mampu memanen 1,25 ton bawang merah. "Hasil panen saat ini hanya bisa untuk menutup biaya operasional," katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikatan (DPPKP) Bantul, Imawan Eko Handrianto, mengakui jika hama ulat dan jamur sempat mengganggu produktivitas bawang merah di tingkat petani. Dalam kondisi normal biasanya hasil panen mencapai sembilan hingga 10 ton per hektare."Namun saat ini tidak sampai. Petani di beberapa wilayah sudah ada yang panen, tetapi hasil produksinya belum maksimal," kata Imawan.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul, Sukrisna Dwi Susanta, menyatakan tidak bisa berbuat banyak terkait dengan kenaikan harga bawang merah di pasaran saat ini. Berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Bantul saat ini harga bawang merah menembus angka Rp47.200 per kilogram.
"Ini adalah mekanisme pasar. Di satu sisi menguntungkan petani karena harganya tinggi, tetapi di sisi lain merugikan konsumen," ucap Sukrisna.
Meski harga bawang merah naik, Disdag belum berencana untuk mendatangkan bawang merah dari luar daerah. Disdag memilih berkoordinasi dengan DPPKP Bantul untuk mengecek ketersediaan bawang merah di tingkat petani. "Kami serahkan ke mekanisme pasar. Soal koordinasi dengan DPPKP Bantul sebatas stok yang ada," ucap Sukrisna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vietnam lolos ke Piala Dunia U-17 2026 usai tampil impresif di Piala Asia U-17, sementara Indonesia kembali absen.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.