Alun-Alun Utara Kini Dipagari

Sri Sultan HB X Salat Id di Alun-Alun Utara Jogja, Rabu (5/6 - 2019).
08 Juni 2020 20:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebagai upaya mengembalikan wujud Alun-Alun Utara Jogja seperti pada zaman dahulu, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY membangun pagar yang mengelilingi tanah lapang halaman Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat tersebut.

Kepala Dinas kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, menjelaskan pembangunan pagar ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY tahun 2020, sebesar Rp2,3 miliar. “Untuk menambah keistimewaan DIY. Sudah mulai minggu lalu, ditargetkan selesai akhir Juli,” ujarnya, Senin (8/6/2020).

Dipagarinya Alun-Alun Utara Jogja ini mengacu pada referensi buku Serat Tuntunan Padalangan karya M.Ng. Nojowirongko a.l Amotjendono yang terbit pada 1948. Dalam buku tersebut tertulis ing pagelaran andher para bupati kliwon wedana penewu mantri, beg amber amblabar dumugi sakjawining taratag kaya ndoyong-ndoyongna pacak sujining alun-alun kadheseg wadya ingkang samya nangkil.

Dalam buku tersebut diketahui bahwa alun-alun kala itu memiliki pagar. Adapun untuk pagar alun-alun yang akan dibangun saat ini adalah pagar berbahan besi dengan motif pacak suji pagelaran dengan warna hijau pareanom dan memiliki tiga buah pintu.

Meski dipagari, ia memastikan Alun-Alun Utara masih tetap bisa digunakan kegiatan masyarakat. Beberapa upacara Kraton juga akan tetap berlangsung di situ seperti grebek dan lainnya. “Selama koordinasi dengan Kraton tidak masalah,” ungkapnya.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menuturkan saat ini pihaknya sedang melakukan sosialisai terkait pembangunan pagar alun-alun ini. Adapun tujuan dibangunnya pagar ini, ia menegaskan untuk mengembalikan wujud Alun-Alun seperti pada jaman dahulu.