Ratusan Personel Dikerahkan Menjaga Malioboro Hingga Kraton Jogja

Petugas berjaga di depan pos penjagaan Satgas Gumaton di Malioboro, Danurejan, Yogyakarta, Minggu (14/6/2020).-Ist - Polresta Yogyakarta
14 Juni 2020 21:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Polresta Yogyakarta mengerahkan sebanyak 151 personel yang bertugas dalam satuan tugas (Satgas) bernama Gumaton. Ratusan personel tersebut betugas mengamankan kawasan Tugu- Malioboro-Kraton Jogja di tengah masa tanggap darurat penanganan pandemi Covid-19 di DIY.

Kabag Humas Polresta Yogyakarta AKP Sartono mengatakan jika pengamanan kawasan Tugu - Malioboro - Kraton (Gumaton) digagas untuk upaya pendisiplinan terhadap warga masyarakat dalam penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19. Serta, menuju tatanan kehidupan baru khususnya di kawasan Tugu - Malioboro - Kraton di wilayah kota Yogyakarta.

"Dengan konsep kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) Satgas GUMATON digagas untuk melakukan pengamanan kawasan sepanjangan jalan dari Tugu sampai dengan Alun-alun Selatan. Mulai dari Tugu Pal Putih - Malioboro - Depan DPRD Prop DIY - Kepatihan - Pasar Beringharjo - Depan Beteng Vredeburg - Titik Nol - Alun-alun Utara Yogyakarta - Alun-alun Selatan). Personel nantinya betugas untuk menciptakan kamtibmas dan kamseltibcarlantas melalui kegiatan preemtif dan preventif," ujar Sartono, Minggu (14/6/2020).

Petugas yang terlibat dalam satgas GUMATON sendiri berasal dari Polresta Yogyakarta didukung dari unsur TNI dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Semua unsur melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Satgas sendiri akan bertugas hingga penghujung tahun ini.

Tidak hanya wilayah Tugu, Malioboro, dan Alun-alun, personel juga akan melakukan patroli di tempat-tempat yang dinilai menjadi tempat nongkrong dan kerap dijadikan tempat berkumpul muda-mudi. Serta, jalur-jalur yang menuju ke tempat yang dinilai menjadi titik atau pusat keramaian.

Personel dalam satgas juga nantinya dituntut untuk mampu memberikan pengamanan dan pendisiplinan dengan pembinaan, penyuluhan terhadap orang, kelompok orang, massa, masyarakat dalam rangka penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19 dan menuju tatanan kehidupan baru (new normal).

"Harapan kami adalah terciptanya sistem menuju tatanan kehidupan baru yang dilakukan masyarakat secara umum dengan acuan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid - 19 serta terselenggaranya sistem kemasyarakatan yang stabil, normal dan kondusif," terang Sartono.