PDB 2020, Disdikpora DIY Sesuaikan Aspek demi Jaga Kredibilitas

Wali siswa donsultasi dengan Ketua PPDB DIY, Didik Wardaya dan tim, di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kecamatan Umbulharjo, Jumat (12/6/2020).-Harian Jogja - Catur Dwi Janati
15 Juni 2020 08:02 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kesiapan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY dalam penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DIY jenjang sekolah menengah atas dan kejuruan begitu matang. Memasuki pekan kedua, proses PPDB DIY tidak menemui kendala berarti.

Meski harus secara cepat menyesuaikan beberapa aspek karena adanya pandemi Covid-19, sejauh ini PPDB DIY tetap berjalan lancar. Salah satu penyesuaian yang mesti dilakukan yakni pada aspek nilai gabungan.

Ketua PPDB DIY Didik Wardaya sebelumnya tidak mengira Ujian Nasional (UN) tahun ini ditiadakan. “Ditiadakannya UN menyebabkan panitia menggunakan beberapa parameter lain dalam seleksi,” ungkapnya, Minggu (14/6/2020).

PPDB DIY tahun ini menggunakan nilai rata-rata rapor semester satu sampai semester lima pada mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selain nilai rapor, seleksi peserta didik baru tahun ini juga menggunakan nilai akreditasi sekolah dan nilai rata-rata UN empat tahun suatu sekolah.

Nilai Gabungan merupakan nilai rata-rata rapor dengan bobot 80% ditambah nilai rata-rata UN sekolah empat tahun terakhir dengan bobot 10% dan ditambah nilai akreditasi sekolah dikali empat dengan bobot 10%.

Skema Nilai Gabungan yang baru diterapkan guna mencari suatu acuan seleksi yang tetap kredibel. Meski tanpa adanya nilai UN, Didik berharap beberapa nilai acuan pengganti dapat menjadi tolak ukur yang tetap valid.

Selain itu, Disdikpora DIY meningkatkan kapasitas penyimpanan peladen agar tidak ada kendala dalam PPDB. Alasannya, ada penambahan kurang lebih 20.000 dokumen pada server PPDB DIY ditambah jumlah lulusan sekolah menengah pertama sederajat di DIY yang mencapai 50.000 orang.

Dari segi zonasi, Disdikpora DIY tidak menggunakan jarak rumah calon peserta didik baru ke sekolah terdekat tetapi jarak kantor kelurahan dengan sekolah terdekat. Pengguna skema itu dirasa lebih adil dan mudah dalam kroscek ketimbang bila harus meninjau jarak rumah masing-masing peserta ke sekolah terdekat. Namun, ada pengecualian di wilayah tertentu yang akses sekolahnya jauh. Siswa yang jarak sekolahnya begitu jauh tetap masuk dalam zona satu lantaran tidak setiap kecamatan ada sekolah.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pendataan Pendidikan Disdikpora DIY Suci mengungkapkan jadwal PPDB DIY 2020 jenjang pendidikan SMA/SMK tahun ini dilangsungkan pada 2-10 Juni yang merupakan tahap verifikasi berkas. Selanjutnya 22-25 Juni tahap pengambilan token. Tahap pendaftaran dilakukan pada 29 Juni - 1 Juli, dan pengunjung seleksi pada 3 Juli.