Posko Jagalan Kulonprogo Kini Beroperasi Dua Sif

Ilustrasi di posko pengamanan - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
15 Juni 2020 13:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Perhubungan Kulonprogo memastikan telah mengurangi jam operasional Posko Terpadu Pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) wilayah Jagalan, Kapanewon Kalibawang. 

Semula posko yang berlokasi di jalan Kalibawang-Magelang ini memberlakukan tiga sif, sementara saat ini dikurangi menjadi dua sif. 

"Sifnya kita kurangi. Yang jam 22.00-06.00 WIB sudah kita offkan. Kita sekarang hanya dua sif dari padi sampai malam aja," ujar Kepala Dishub Kulonprogo, Bowo Pristiyanto, Senin (15/6/2020). 

Bowo menjelaskan pengurangan jam operasional itu berdasarkan keputusan Pemda DIY dan pemerintah pusat terkait pencabutan larangan mudik. Jika sebelumnya kendaraan berplat nomor luar DIY yang masuk wilayah Kulonprogo diminta putar balik, kini ada kelonggaran. Personil lebih fokus untuk mendisiplinkan penggendara luar daerah. 

Jika mereka masuk ke wilayah DIY khususnya lewat Jagalan, selama mematuhi protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan memperhatikan aturan muatan, tetap diperbolehkan masuk. "Karena kita sekarang fokus ke pendisiplinan. Di samping itu untuk kendara yang lewat Jagalan kalau malam hari lebih didominasi kendaraan logistik, sehingga kami putuskan untuk mengurangi jam operasional malam," jelas Bowo. 

Bowo memastikan, meski jam operasional dikurangi, kinerja petugas di posko tetap maksimal. Mereka masih terus melakukan pendataan dan tidak segan-segan meminta kendaraan luar daerah putar balik, jika melanggar protokol kesehatan. 

"Kalau ekstrim banget seperti melebihi muatan, tentu tetap kami minta putar balik," ujarnya. 

Dikatakan Bowo, posko di Jagalan beroperasi sampai 30 Juni mendatang. Namun, nanti akan dilihat perkembangannya. Jika ternyata pandemi Covid-19 mereda, bukan tidak mungkin posko itu akan dibongkar lebih dini. Sebaliknya bisa beroperasi lebih lama lagi apabila pandemi masih berkelanjutan.

"Kita lihat perkembangan di lapangan dan kebijakan Pemda DIY," ucapnya.