Sebelum Buka, Pemkab Bantul Beri Edukasi untuk Pelaku Wisata Parangtritis

Suasana Pantai Parangtritis pada tahun 2018, jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda wilayah DIY - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
16 Juni 2020 11:47 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebelum membuka destinasi wisata Pantai Parangtritis, Pemerintah Kabupaten Bantul terus memberikan edukasi kepada para pelaku wisata di objek wisata itu tentang penerapan protokol kesehatan sesuai standar operasional prosedur new normal atau normal baru.

"Kita sudah beberapa kali mendapat edukasi baik dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Pariwisata, dan kemudian kita sosialisasikan ke masyarakat pelaku wisata sekaligus secara teknis untuk memberikan gambaran," kata Ketua Pengelola Wisata Parangtritis Triwaldiyana di Bantul, Selasa (16/6/2020). 

Menurut dia, sebelum membuka secara resmi objek wisata Parangtritis untuk wisatawan, maka diperlukan kesiapan sumber daya manusia (SDM) pelaku wisata dan masyarakat yang menggantungkan sektor perekonomian di kawasan wisata, termasuk sarana prasarana dan fasilitas pendukung.

"Kalau tuntutan warga itu [wisata Parangtritis] segera dibuka, tapi saya selalu ingatkan ke warga dan semua itu saya kembalikan ke masyarakat sendiri, kalau memang sudah siap, tentu pemerintah akan membuka seperti yang disampaikan kepala dinas," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pengelola wisata sebagai perwakilan dari pemerintah selalu memberikan ketegasan kepada masyarakat pelaku wisata, karena kunci pembukaan objek wisata di saat pandemi wabah virus corona ini adalah kesiapan dari masyarakat itu sendiri.

"Jadi kaitan bagaimana menyiapkan sarana dan prasarana yang harus dipenuhi, seperti fasilitas cuci tangan dengan air mengalir pakai sabun, pemakaian masker, dan jaga jarak ini kita bertahap, karena jumlah para pelaku wisata di sini [Parangtritis] ribuan," katanya.

Terkait dengan pembatasan pengunjung ketika sudah dibuka nanti, dia mengatakan, justru dikembalikan kepada kesadaran pengunjung sendiri, sebab meskipun hamparan pantai yang luas ramai wisatawan, namun kalau masing-masing pengunjung mematuhi protokol kesehatan tidak menjadi persoalan.

"Kalau kita melihat hamparan pantai sekian luas, penerapan physical distancing atau satu meter jaraknya tersebut, meski pantai didatangi 10 ribu orang pun kalau mereka mentaati jaga jarak saya kira masih bisa, jadi kembali lagi perlunya mengedukasi kepada pengunjung," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan, bahwa di kawasan Pantai Parangtritis sudah dilengkapi fasilitas cuci tangan, dan sebagian besar warung kuliner sudah memberi tanda pada tempat duduk untuk penerapan jaga jarak atau pengurangan kapasitas tempat duduk.

Meski sudah dilengkapi dengan sarana untuk penerapan protokol kesehatan, namun pemerintah tidak akan terburu-buru membuka wisata Parangtritis, sebelum SDM masyarakat dan pelaku wisata benar-benar siap, disamping memperhatikan situasi perkembangan wabah corona.

"Untuk pembukaan tentu kita memperhatikan kesiapan, kalau belum siap jangan dibuka, kata kucinya itu, kesiapan, mulai fasilitas, SDM dan peralatan harus siap. Kita lihat situasi nanti, [kalau siap] kita simulasi dulu, kemudian ujicoba secara [jumlah pengunjung] terbatas," katanya.

Sumber : Antara