Seperti Ini Gambaran New Normal di Objek Wisata Pantai Parangtritis

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mencoba tempat cuci tangan yang disediakan di kawasan Pantai Parangtritis, Sabtu (13/6). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
15 Juni 2020 01:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pariwisata Bantul memastikan kesiapan Pantai Parangtritis untuk menerima kunjungan wisatawan. Namun demikian perlu ada simulasi penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) wisata sebelum benar-benar dibuka untuk umum.

Rencananya simulasi SOP wisata di Parangtritis akan dilakukan pada pekan ini bersama Dinas Pariwisata DIY. “Ujicoba pembukaan kemungkinan pekan ini. Kamis besok akan bersurat kepada Bupati Bantul memohon petunjuk saat ujicoba,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, saat dihubungi Minggu (14/6/2020).

Kwintarto mengatakan ujicoba pembukaan Parangtritis perlu izin kepala daerah karena Bantul statusnya masih tanggap darurat sampai 30 Juni mendatang. Langkah yang dilakukan juga akan didahului dengan simulai.

Menurut dia simulai penerapan SOP wisata penting dilakukan untuk agar pengelola wisata dan wisatawan benar-benar memahami protokol kesehatan saat berwisata di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini. Pihaknya tidak ingin ada klaster baru penularan Covid-19 dari sektor wisata.

Dari pemantauan yang dilakukan Dinas Pariwisata Bantul, Dinas Pariwisata DIY, dan Badan Otorota Borobudur (BOB) pada Sabtu pekan lalu di Parangtritis, kata Kwintarto, secara umum pantai yang menjadi andalan di Bantul tersebut siap menerima wisatawan. Berbagai fasilitas pendkung protokol kesehatan sudah tersedia.

Sejumlah temapat cuci tangan sudah disediakan di sekitar pantai, banyak imbauan tertulis agar wisatawan mengenakan masker dan menjaga jarak aman, serta sebagian besar warung makan sekitar pantai juga sudah menyusun tempat duduk agar tidak terjadi penumpukan sesama wisatawan maupun pemilik warung.

“Secara fungsional memuju new normal siap, keindahan dan kebersihan sudah tertata,” kata Kwintarto.

Namun demikian ia juga tidak menutup mata ada beberapa warung yang belum mengurangi tempat duduk, belum memberi tanda agar larangan duduk dalam satu bangku, dan air dari tempat cuci tangan yang terkesan becek.

Kondisi tersebut diakuinya sudah diperbaiki oleh Kelompok Sadar Wisata Parangtritis dan juga pengelola warung makan setempat. Dalam ujicoba nanti pihaknya juga tetap menunggu kepastian dari Dinas Pariwisata DIY. “Berdasarkan lawatan Kepala Dinas Pariwisata DIY kemarin kalau belum siap disempurnakan dulu,” ucap Kwintarto.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan belum bisa memberi kepastian terkait penerapat new normal di DIY. “Sesuai pesan Ngarso Dalem, pembukaan pariwisata di tengah pandemi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan terburu-buru. Kalau sudah siap silahkan buka. Kalau belum jangan. Harus dipersiapkan dengan baik segala sarana dan prasarananya,” kata Singgih.

Singgih mengatakan sarana dan prasarana yang minimal yang harus dipersiapkan berkaitan dengan protokol kesehatan pada masa pandemi di antaranya tempat cuci tangan, masker, jaga jarak maupun alat pendeteksi suhu badan. Selain itu, yang perlu disiapkan lainnya adalah data pengunjung.

Menurut dia, jika memang memang resmi dibuka, petugas wisata harus siap mendata siapa saja yang datang. Pendataan bisa dilakukan offline maupun online. Pendataan tersebut fungsinya untuk memudahkan proses penelusuran jika memang ada penuralan Covid-19. Pihaknya juga akan menyiapkan aplikasinya.

“Nanti lewat aplikasi itu juga dapat menunjukkan, apakah orang itu statusnya ODP, PDP atau bahkan positif,” ujar Singgih.