TK Negeri Gedangsari Belum Dilelang, Ini Kendala Terbarunya
TK Negeri Gedangsari senilai Rp1,1 miliar belum dilelang. Dokumen masih direview dan harga material perlu disesuaikan.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Ahmad Subaidi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Tim medis dari Dinas Kesehatan Gunungkidul mulai melakukan rapid test di tempat-tempat keramaian. Hanya saja, tes belum berani dilakukan secara acak.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, upaya rapid test secara massal di tempat keramaian sudah mulai dilakukan. Setelah menyasar pedagang di Pasar Argosari, pada Rabu (17/6/2020) tes dilanjutkan ke karyawan di swalayan Pamela 9 di Kota Wonosari. “Ada 105 karyawan yang kami targetkan ikut rapid test. Untuk hasilnya, kami masih tunggu tim yang ke lapangan,” kata Dewi.
Menurut dia, tes massal di tempat keramaian akan terus dilakukan. Rencananya pada Senin pekan depan akan dilakukan di toko serba ada di kawasan Sambipitu, Patuk. “Sudah kita agendakan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran Corona di Gunungkidul,” ungkapnya.
Meski demikian, sambung Dewi, upaya tes massal belum bisa dilakukan secara acak. Pasalnya, tes dilakukan secara teragendakan dengan tujuan tempat keramaian yang berpotensi adanya penularan.
Dia berdalih, tes secara acak belum bisa dilakukan karena mengacu pada ketersediaan tempat karantina serta fasilitas medis untuk perawatan yang dimiliki. “Semua harus dipertimabngan. Takutnya, kalau tidak direncanakan malah ada pasien atau warga reaktif yang tak tertangani dengan baik,” katanya.
Untuk perkembangan kasus, tidak ada penambahan sehingga jumlahnya tetap 50 pasien positif. Hanya saja, untuk pasien sembuh ada tambahan satu orang, yakni warga asal Karangmojo yang tertular dari kluster pedagang ikan. “Yang sembuh ada 40 orang. Sedangkan sembilan pasien masih menjalani perawatan dan satu pasien dinyatakan meninggal dunia,” katanya.
Brand Manager Pamela 9, Ngatno mengatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan tes cepat di tempatnya. Pemeriksaan ini, selain sebagai langkah antisipasi penularan, sekaligus mengklarifikasi rumor adanya karyawan di Pamela 9 yang positif Covid-19. “Berita itu tidak benar. Berita tentang karyawan positif sudah beredar beberapa hari lalu lewat percakapan media sosial,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TK Negeri Gedangsari senilai Rp1,1 miliar belum dilelang. Dokumen masih direview dan harga material perlu disesuaikan.
DPRD Kota Jogja menyoroti biaya listrik dan pemeliharaan balai RW yang masih ditanggung warga secara swadaya dan meminta Pemkot turun tangan.
BMKG menyebut abu vulkanis Anak Krakatau berpotensi bergerak ke Jawa tergantung perubahan arah dan kecepatan angin.
BGN menyesuaikan sementara pelaksanaan MBG di wilayah terdampak erupsi Anak Krakatau seiring penerapan PJJ mulai 7 September 2026.
YIA tetap beroperasi normal meski 30 penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.
BMKG memprakirakan cuaca Senin didominasi cerah berawan hingga berawan tebal. Simak prakiraan cuaca dan suhu lima wilayah DIY.