Swalayan Pamela di Gunungkidul Jadi Sasaran Rapid Test

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
17 Juni 2020 16:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Tim medis dari Dinas Kesehatan Gunungkidul mulai melakukan rapid test di tempat-tempat keramaian. Hanya saja, tes belum berani dilakukan secara acak.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, upaya rapid test secara massal di tempat keramaian sudah mulai dilakukan. Setelah menyasar pedagang di Pasar Argosari, pada Rabu (17/6/2020) tes dilanjutkan ke karyawan di swalayan Pamela 9 di Kota Wonosari. “Ada 105 karyawan yang kami targetkan ikut rapid test. Untuk hasilnya, kami masih tunggu tim yang ke lapangan,” kata Dewi.

Menurut dia, tes massal di tempat keramaian akan terus dilakukan. Rencananya pada Senin pekan depan akan dilakukan di toko serba ada di kawasan Sambipitu, Patuk. “Sudah kita agendakan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran Corona di Gunungkidul,” ungkapnya.

Meski demikian, sambung Dewi, upaya tes massal belum bisa dilakukan secara acak. Pasalnya, tes dilakukan secara teragendakan dengan tujuan tempat keramaian yang berpotensi adanya penularan.

Dia berdalih, tes secara acak belum bisa dilakukan karena mengacu pada ketersediaan tempat karantina serta fasilitas medis untuk perawatan yang dimiliki. “Semua harus dipertimabngan. Takutnya, kalau tidak direncanakan malah ada pasien atau warga reaktif yang tak tertangani dengan baik,” katanya.

Untuk perkembangan kasus, tidak ada penambahan sehingga jumlahnya tetap 50 pasien positif. Hanya saja, untuk pasien sembuh ada tambahan satu orang, yakni warga asal Karangmojo yang tertular dari kluster pedagang ikan. “Yang sembuh ada 40 orang. Sedangkan sembilan pasien masih menjalani perawatan dan satu pasien dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Brand Manager Pamela 9, Ngatno mengatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan tes cepat di tempatnya. Pemeriksaan ini, selain sebagai langkah antisipasi penularan, sekaligus mengklarifikasi rumor adanya karyawan di Pamela 9 yang positif Covid-19. “Berita itu tidak benar. Berita tentang karyawan positif sudah beredar beberapa hari lalu lewat percakapan media sosial,” katanya.