Penumpang Andong Biasanya Rombongan, Pembatasan Sulit Dilakukan

Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 Juni 2020 22:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Ekwanto mengatakan dari pantauannya memang sudah banyak becak dan andong di kawasan Malioboro yang telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ekwanto menekankan bila pekan depan ada andong yang tidak menerapkan protokol kesehatan, maka dengan terpaksa akan di keluarkan dari kawasan Malioboro.

Ekwanto juga menyebutkan, sejumlah becak sebenarnya telah memiliki sekat pembatas antara pengemudi dan penumpang. "Namun banyak yang dilinting [digulung]," ujarnya, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: Penelitian: Paru-Paru Ditemukan Kelainan, OTG Corona Bukan Berarti Bebas Infeksi

Ekwanto memang mengaku kesulitan untuk melakukan pembatasan penumpang andong. Senada dengan Purwanto, menurutnya kebanyakan penumpang andong adalah keluarga, kalau pun rombongan bukan keluarga, minimal mereka adalah orang yang (berhubungan) dekat.

Diakui Ekwanto memang idealnya pengunjung andong satu atau dua orang saja. "Saat ini andong dan becak yang beroperasi masih sedikit, paling sekitar 5% diri total keseluruhan," pungkasnya.