RSUD Prambanan Tegaskan Tak Temukan Kelalaian Medis
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Istimewa/Diskominfo Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA - Solidaritas masyarakat Kota Jogja terhadap sesama terus berlangsung sampai kini. Kali ini kepedulian sosial kepada masyarakat tersebut ditunjukkan oleh RW 05 Blunyahrejo, Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo, Kota Jogja.
Aksi membagikan sayuran di titik-titik tertentu terus dilakukan hingga kini. Seperti menegaskan aksi itu bukan musiman saja, melainkan bentuk kepedulian nyata dari warga untuk warga lainnya.
Sayuran yang dibagikan merupakan hasil donasi para warga Blunyahrejo. Tanpa dipatok kisaran tertentu, warga diperkenankan mendonasikan sayur yang digantungkan pada jemuran kayu yang dimodifikasi. Dalam tempat gantungan tersebut tertulis "Njupuk Sak Cukupe, Ngisi Sak Ikhlase" yang artinya ambil secukupnya, mengisi seikhlasnya.
Slogan tersebut seolah menguatkan siapapun warga bisa ikut berdonasi seikhlasnya, sementara warga yang membutuhkan mengambil sesuai kebutuhannya saja. Karena barang kali ada banyak yang membutuhkan.
Di Blunyahrejo, masyarakat masih melakukan aksi sosial tersebut dengan menggantungkan paket sayuran di berbagai titik. "Aksi tersebut [menggantungkan sayuran] merupakan wujud nyata rasa berbagi kepada sesama warga di tengah pandemi Covid-19," jelas Ketua RW 05 Blunyahrejo, Sunarti.
Sunarti mengatakan aksi menggantung sayur yang bisa diambil gratis bagi warga yang membutuhkan merupakan panggilan untuk berbuat sebisa mungkin membantu sesama. Sunarti berharap kedepannya semakin banyak masyarakat yang ikut dalam aksi tersebut.
Aksi sosial warga Blunyahrejo tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Jogja sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid - 19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi. Heroe menjelaskan aksi sayuran gratis bagi warga ini menjadi salah satu bentuk dari implementasi gerakan Gandeng-Gendong yang dimiliki Kota Jogja.
Diterangkan Heroe, gerakan Gandeng-Gendong berprinsip pada dari Kota Jogja untuk Kota Jogja. Hal itu tercermin dari solidaritas masyarakat membagikan sayur dari warga untuk warga lainnya. Menurutnya kegiatan sosial semacam itu merupakan bentuk tahapan kebangkitan masyarakat Kota Jogja. Heroe berharap aksi semacam ini dapat menambah dan memupuk kekompakan antar warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Bangkok United resmi melepas Pratama Arhan usai kontrak berakhir. Bek Timnas Indonesia itu catat 15 laga di musim terakhirnya.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 23 Juni 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.
Mas Marrel serap aspirasi warga Purwosari soal air dan wisata kopi di Menoreh. Infrastruktur dan irigasi jadi perhatian utama.
Pemerintah luncurkan SPHP kedelai subsidi Rp2.000/kg untuk perajin tahu tempe. Kuota awal 250.000 ton dengan anggaran Rp500 miliar.
Revisi UU Hak Cipta diingatkan tak membatasi kreativitas digital. Regulasi harus lindungi kreator tanpa mengancam kebebasan berekspresi.