Strategi Nuklir Baru AS Berpotensi Tingkatkan Risiko Perang Nuklir
ACA menilai strategi nuklir baru Amerika Serikat yang berfokus pada senjata nuklir taktis berpotensi meningkatkan risiko perang nuklir.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul akan menggelar tes usap (swab) massal terhadap 5.000 orang. Proses tersebut sudah dimulai dengan tes swab dengan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) terhadap 200 pelaku perjalanan, Selasa (23/6/2020).
“Hari ini adalah rangkaian dari kegiatan masif dan massal kami untuk mendeteksi masih ada tidaknya Covid-19 atau sumber penularan di masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja di sela-sela tes usap massal di halaman Dinkes Bantul, Selasa.
BACA JUGA: Ada Layanan Tes Swab Covid-19 Gratis di Bantul! Ini Syarat, Jadwal dan Lokasinya
Menurut dia, tes usap massal ini sesuai amanah Presiden Joko Widodo yang mengharapkan daerah segera swab massal secara masif dengan target 5.000 orang per satu juta penduduk, sehingga kalau di Bantul jumlah penduduk hampir satu juta jiwa maka target 5.000 orang harus tercapai. Menurut data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bantul, penduduk kabupaten tersebut pada 2014 sebanyak 912.935 jiwa atau mendekati 1 juta.
“Kami kejar target 5.000 orang untuk tes swab. Kami bekerja sama dengan BPTKLPP, Pemda Bantul dan DIY untuk mendapatkan support agar bisa melaksanakan target itu, tentu kami lakukan bertahap sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada,” ujar Agus Budi Raharja.
BACA JUGA: Dinkes Gunungkidul Pastikan Tak Ada Pasien Covid-19 yang Terkena DBD
Menurut dia, tes usap massal bagi 200 pelaku perjalanan oleh Dinkes Bantul akan dilakukan selama empat hari dalam dua periode, yakni periode pertama dilakukan pada 23 Juni dan 24 Juni kepada 100 orang, kemudian periode kedua pada 25 dan 26 Juni kepada 100 orang.
Pada Senin (22/6/2020), jawatannya juga melakukan rapid diagnostic test (RDT) Covid-19 di toko ritel dan pusat perbelanjaan grosir di wilayah Kecamatan Piyungan.
BACA JUGA: Dinkes Jogja Imbau Masyarakat Waspadai DBD di Tengah Pandemi Corona
“Jadi sudah dimulai dari kemarin kami maraton, di satu pihak kita melakukan rapid test di ritel grosir dan pasar, tetapi satu pihak melakukan swab massal yang kita prioritaskan kepada pelaku perjalanan dari daerah yang tranmisi lokal,” katanya.
Agus mengatakan tes usap massal yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dan Pemda DIY melalui Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jogja ini merupakan yang pertama di DIY dan diharapkan bisa diikuti daerah lain.
“Kami ingin segera mengetahui bahwa masyarakat yang ada di Bantul apakah terkonfirmasi Covid-19 atau tidak dan dengan swab massal, kami bisa langsung tahu masih ada potensi penularan di masyarakat atau tidak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ACA menilai strategi nuklir baru Amerika Serikat yang berfokus pada senjata nuklir taktis berpotensi meningkatkan risiko perang nuklir.
Daftar internet termahal di dunia 2026: Wallis dan Futuna Rp6,73 juta/bulan. Timor Leste satu-satunya dari ASEAN di posisi 14 dengan biaya Rp2,24 juta/bulan.
Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan Singapura 1-1. Momen blunder Rizky Ridho dalam proses gol Ilhan Fandi menjadi sorotan p
Sprint race MotoGP Inggris 2026 digelar malam ini di Silverstone, 22.00 WIB live Vidio. Marc Marquez mulai ancam Jorge Martin di puncak klasemen. Bezzecchi siap
Jadwal perpanjangan SIM Jogja Agustus 2026 melalui SIM Keliling, Drive Thru MPP, dan Satpas lengkap dengan syarat, biaya, serta lokasinya.
Jadwal perpanjangan SIM Sleman Agustus 2026 di Satpas, MPP, SCH, dan SIMMADE lengkap dengan syarat, lokasi, dan jam pelayanan.