Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Kepala Perwakilan BPK RI Perwakilan DIY, V.M. Ambar Wahyuni (tengah), Kepala Sekretariat Perwakilan BPK RI Perwakilan DIY, Ari Wibowo (kiri) dan Kepala Subauditorat Perwakilan BPK RI Perwakilan DIY, Agustin Sugihartati (kanan) dalam Media Workshop Hasil Pemeriksaan Semester 1 Tahun 2020, Selasa (23/6/2020).
Harianjogja.com, JOGJA - Opini Wajar Tanpa Pengecualian menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan suatu pemerintahan dalam mengelola keuangan untuk setiap kegiatan. Di DIY, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendapat opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan DIY terbanyak, yakni 12 kali berturut-turut.
Kepala Perwakilan BPK RI Perwakilan DIY, V.M. Ambar Wahyuni, menjelaskan berdasarkan pengalamannya memeriksa pertanggungjawaban keuangan berbagai daerah, DIY relatif lebih baik ketimbang daerah lainnya. “Pemerintah daerah di Jogja sudah mendapat opini WTP lima sampai 12 kali,” ungkapnya dalam temu media hasil pemeriksaan Semester I 2020 di aula Kantor BPK DIY, Kecamatan Tegalrejo, Selasa (23/6/2020).
Dalam lima tahun terakhir, semua pemerintah kabupaten/kota dan provinsi di DIY mendapat opini WTP berturut-turut. Pemkot Jogja mendapat opini WTP sejak 2008 silam sampai 2019. Disusul Pemda DIY pada 2010, Pemkab Sleman pada 2011, Pemkab Bantul pada 2012, Pemkab Kulonprogo pada 2013 dan Pemkab Gunungkidul pada 2015.
DIY juga tepat waktu dalam menyerahkan Laporan Keuangan. Pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2019, Pemkab Sleman menjadi yang pertama menyerahkan, yakni pada 20 januari, disusul Pemkot Jogja dan Pembak Kulonprogo pada 30 Januari, Pemda DIY pada 28 Februari, Pemkab Bantul pada 6 Maret dan Pemkab Gunungkidul pada 11 Maret.
Di DIY, Dana Keistimewaan yang merupakan salah satu sumber Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) turut menjadi objek pemeriksaan. Selain keuangan daerah, partai politik (parpol) juga wajib menyerahkan laporan keuangannya untuk diaudit BPK.
Hal ini dikarenakan parpol juga mendapat bantuan dari keuangan daerah. Di DIY terdapat 55 parpol, yang telah menyerahkan laporan pada 27 Maret lalu. “Kalau tidak menyerahkan laporan, tahun berikutnya tidak akan mendapat bantuan,” ungkapnya.
Khusus di masa pandemi Covid-19 ini, BPK secara nasional akan melakukan pemeriksaan serentak. Pada masa pandemi, belanja modal banyak dalihkan ke belanja habis pakai yang mencakup tiga poin utama, yakni alat kesehatan, bantuan sosial dan jaring pengaman ekonomi.
Kepala Sub Bagian Humas BPK RI Perwakilan DIY, Ester Arie Noerachmawati, menuturkan informasi seputar BPK RI Perwakilan DIY dapat dilihat di web yang selalu diperbarui dan dipantau BPK.
BPK juga menyediakan akses data terkait hasil pemeriksaan bagi pihak-pihak yang membutuhkan. “Semisal untuk keperluan tugas akhir mahasiswa. Bisa kami layani dengan datang ke kantor atau email,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.