Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan satu penambahan kasus positif pada Rabu (24/6/2020). Sementara sebanyak empat kasus dinyatakan sembuh dan satu pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal.
Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus positif yakni Kasus 294, laki-laki 42 tahun warga Sleman. Laporan ini merupakan hasil pemeriksaan pada 142 sampel dari 98 orang. "Riwayat perjalanan dari Jakarta," ujarnya.
Adapun kasus sembuh yakni Kasus 217, laki-lako 35 tahun warga Patuk, Gunungkidul; Kasus 283, laki-laki 40 tahun warga Depok, Sleman; Kasus 288, laki-laki 36 tahun warga Sleman, Sleman; Kasus 289, laki-laki 35 tahun warga Mergangsan, Kota Jogja.
Sedangkan PDP meninggal yakni perempuan, 57 tahun warga Bantul, dengan riwayat penyakit hipertensi. Dengan penambahan ini maka total kasus positif di DIY menjadi sebanyak 292 kasus, dengan 242 kasus telah sembuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor