UGM Beri Voucer Makan Gratis untuk 47 Mahasiswa Korban Gempa NTT
UGM memberikan voucer makan gratis untuk 47 mahasiswa terdampak gempa NTT yang bisa diambil dua kali sehari selama masa darurat.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO- Aplikasi Cared+ yang dikembangkan Provinsi DIY akan menjadi paspor digital bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung di DIY. Namun, dalam lingkup kota, Jogja telah memiliki sistem Kode QR yang salah satu tujuan utamanya untuk Tracing.
Ketua Harian Gugus Tugas Kota Jogja sekaligus Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan bahwa kedua sistem tersebut bisa dijalankan dan saling melengkapi. Heroe mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai macam cara dan terus melakukan perbaikan.
"Kita mengalami proses, mencoba dan kurang, mencoba dan mencoba, jadi perlu ada kolaborasi bersama untuk memperoleh produk yang lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses," jelas Heroe pada Jumat (26/6/2020).
Baca juga : Ini Fitur Terbaru Google Meet yang Menyerupai Zoom
Heroe menerangkan bahwa nantinya sistem tersebut akan dikembangkan bersama.
"Kode QR buat untuk yang praktis dan memudahkan orang untuk mengakses, jadi tidak perlu download dan tidak perlu mengisi data," terangnya.
Selain itu dijelaskan Heroe, nantinya Kode QR juga masih bisa dikembangkan menjadi gerbang Jogja yang berisi berbagai macam informasi dan promosi tentang kota Jogja. Adapun promosi yang dimasukkan Heroe mencakup destinasi wisata, hotel, restoran, oleh-oleh dan sejumlah informasi lainnya.
"Jadi jika di awal ini banyak difungsikan untik pemantauan dan tracing, maka ke depan bisa digunakan sebagai pintu gerbang memasuki semua informasi tentang Jogjakarta, Baik informasi umum, komersial, sosial dan lain-lain," paparnya.
Baca juga: Denada Umumkan Jual Rumah, Warganet Minta Baim Wong hingga Ibu Ayu TingTing Membelinya
Heroe mengatakan bahwa sebenarnya sistem Kode QR dan Cared+ bisa dikoordinasikan untuk saling melengkapi dan menguatkan. "Tetapi yang perlu diperhatikan bahwa masyarakat perlu sesuatu yang praktis, mudah dan membantu untuk mengetahui segala sesuatu tentang Jogjakarta, jadi nanti bisa dikembangkan secara bersama," tukasnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Jogja, Tri Hastono menjamin data pengunjung yang melakukan pemindaian di Kode QR aman. Ke depannya Kode QR milik Pemkot Jogja akan dikembangkan dengan menggunakan NIK.
"Kami juga sedang bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jogja untuk ke depan Kode QR ini rencananya akan menggunakan NIK agar lebih mudah," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM memberikan voucer makan gratis untuk 47 mahasiswa terdampak gempa NTT yang bisa diambil dua kali sehari selama masa darurat.
Kapolri Listyo Sigit meminta pengusaha melapor jika menemukan premanisme dan pungli yang mengganggu usaha serta iklim investasi Indonesia.
Jadwal lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda menghadapi Singapura, Malaysia, dan Bangladesh di babak grup.
BMKG menegaskan tangkapan layar akun @infobmkg yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa dan memicu kesalahpahaman.
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.