Kerja Bertaruh Nyawa, Insentif Tenaga Medis Perawat Pasien Covid-19 di DIY Belum Cair

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
29 Juni 2020 22:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Insentif yang dijanjikan pemerintah kepada tenaga medis yang merawat pasien Covid-19 belum cair.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Prambanan, Sleman, Isa Dharmawidjaja menuturkan hingga saat ini insentif tenaga kesehatan di rumah sakitnya belum cair. "Sudah pengajuan, tapi belum cair. Belum ada info juga," kata Isa, Senin (29/6/2020).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY, Joko Murdiyanto mengatakan belum mengetahui pasti berapa jumlah tenaga kesehatan di DIY yang telah menerima insentif selama menangani pandemi Covid-19. Namun, ia menilai proses pencairan insentif ini memang terbilang rumit.

"Proses pembayaran rupanya memang tidak mudah, ada aturan yang rigid. Saya paham betul maksud pemerintah bagus, tapi realita di lapangan tidak semudah yang dibayangkan," kata Joko ketika dihubungi Harianjogja.com pada Senin (29/2/2020).

Menurutnya, persyaratan berkas yang perlu dilengkapi untuk pengajuan insentif terbilang ketat. Terlebih, disertai dengan rumusan penghitungan yang rumit. Namun, ia memahami kondisi ini sebagai bentuk pertanggungjawaban uang negara.

Joko berharap adanya pandemi Covid-19 ini tidak lantas menimbulkan kesan di masyarakat sebagai kesempatan bagi tenaga kesehatan meningkatkan pendapatan. Sebab, meskipun biaya pengobatan terkait Covid-19 tinggi, namun hal itu tidak serta-merta meningkatkan pendapatan tenaga kesehatan lantaran ada rumusan penghitungannya.

"Ada kesan dokter sekarang bergelimang duit karena Covid di saat masyarakat menderita, padahal tidak. Semua dokter termasuk saya kalau boleh memilih mending tidak ada Covid. Meskipun biaya perawatan Covid tinggi, tapi ada hitung-hitungannya. Apalagi Covid risikonya besar untuk nakes," ujarnya.