Advertisement
Keraton: Prosesi Labuhan Parangkusumo Dilaksanakan Abdi Dalem
Aktivitas budaya tradisi labuhan masyarakat pesisir di Pantai Parangtritis beberapa waktu lalu, salah satu wilayah selatan DIY yang menjadi bagian dari potensi pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal. - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Keraton Yogyakarta memberikan penjelasan resmi terkait video viral yang memuat dugaan pengusiran pawang hujan Rara Istiati Wulandari alias Mbak Rara dari prosesi Labuhan di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul.
Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta GKR Condrokirono menegaskan seluruh rangkaian Hajad Dalem Labuhan di Pantai Parangkusumo pada Senin (19/1/2026) dilaksanakan sepenuhnya oleh Abdi Dalem Keraton Yogyakarta.
Advertisement
"Jadi pada dasarnya semua pelaksanaan Hajad Dalem kemarin adalah dari Abdi Dalem Keraton Yogyakarta," ujar GKR Condrokirono saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, agenda keraton yang bersifat terbuka memang memungkinkan masyarakat umum hadir untuk menyaksikan jalannya prosesi adat. Namun, kehadiran tersebut tetap harus mematuhi tata aturan yang berlaku demi menjaga ketenangan dan kelancaran upacara.
BACA JUGA
"Untuk agenda yang memang terbuka untuk umum, ini berarti masyarakat diperbolehkan untuk hadir menyaksikan dengan menjaga ketenangan dan ketertiban demi kelancaran acara, sesuai tata aturan yang berlaku pada agenda tersebut," kata dia.
Terkait keterlibatan pihak di luar struktur Keraton Yogyakarta, GKR Condrokirono menegaskan adanya mekanisme perizinan yang wajib ditempuh. Setiap individu maupun lembaga yang hendak terlibat secara langsung dalam agenda keraton harus memperoleh izin resmi.
"Jika ada pihak luar baik perorangan maupun lembaga akan terlibat dalam agenda keraton, harus ada izin dari Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura," ujar Putri kedua Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X itu.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan keberadaan pawang hujan Rara Istiati Wulandari alias Mbak Rara di area prosesi Labuhan Parangkusumo, disertai narasi dugaan pengusiran dari kegiatan adat tersebut.
Adapun upacara adat Labuhan Hajad Dalem Tingalan Jumenengan Dalem yang digelar Keraton Yogyakarta di Pantai Parangkusumo merupakan bagian dari rangkaian peringatan Ulang Tahun Kenaikan Tahta (Tingalan Jumenengan Dalem) Ke-38 Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Prosesi Labuhan diawali dengan serah terima ubarampe di Kantor Kapanewon Kretek, dilanjutkan dengan doa bersama di Cepuri Parangkusumo. Setelah itu, ubarampe kembali didoakan sebelum dilabuh ke Samudra Hindia.
Rangkaian upacara tersebut menjadi wujud ungkapan rasa syukur serta doa permohonan keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan bagi Keraton Yogyakarta, masyarakat, dan negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- PKL Setujui Relokasi, Alun-Alun Wonosari Bebas Aktivitas Berjualan
- DKPP Bantul Perketat Pengendalian Hama Tikus demi Jaga Produksi Padi
- Produksi Ikan 55.000 Ton, 27 Pasar Serap 40 Persen Produksi di 2024
- Pemkab Gunungkidul Sediakan 26 Ton Kebutuhan Pokok di Operasi Pasar
- Gunungkidul Produksi Ikan 15.000 Per Ton Tahun, Konsumsi Masih Kalah
Advertisement
Advertisement




