Khitan Massal Gratis PMI Sleman Dibuka, Kuota Hanya 25 Anak
PMI Sleman membuka pendaftaran khitan massal gratis hingga 28 Juni 2026. Peserta mendapat layanan sunat, obat, dan goodie bag.
Ilustrasi gedung sekolah rusak - JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan deras disertai angin kencang akhir pekan lalu menyebabkan dua bangunan sekolah negeri di Sleman rusak.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman mencatat kerusakan pada SD Negeri Banteng, Pakem, dan SMP Negeri 5 Depok. Kerusakan tersebut membuat proses pembelajaran terancam terhambat apabila tidak segera ditangani.
Kepala Disdik Sleman Mustadi menjelaskan, secara umum cuaca ekstrem memicu patahnya struktur penyangga atap yang terbuat dari kayu. Reng dan balok reng yang telah lapuk dimakan rayap menjadi mudah remuk ketika terkena rembesan air hujan.
Selain faktor pelapukan, struktur atap lama memang tidak dirancang menahan beban berat. Di SDN Banteng, misalnya, kerusakan perpustakaan terjadi seusai pohon petai tumbang dan menimpa bangunan.
“Genteng jelas pecah selain struktur atap kayu yang patah di SDN Banteng,” kata Mustadi saat dihubungi wartawan, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, hujan deras juga berpotensi memicu ambrolnya pagar sekolah bagian belakang. Curah hujan tinggi dalam durasi panjang meningkatkan debit air dan menjenuhkan tanah. Apabila daya dukung tembok tidak memadai, kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan struktur. Konsentrasi aliran air pun berkaitan erat dengan sistem irigasi di lingkungan sekolah, karena irigasi yang baik menurunkan potensi ambrolan.
Terkait nilai estimasi kerugian, Mustadi menyatakan masih diperlukan perhitungan teknis. Menurutnya, hal yang paling mendesak saat ini adalah langkah perbaikan agar aktivitas sekolah tidak terganggu.
Ia berharap warga sekolah, terutama kepala sekolah, lebih tanggap terhadap kondisi bangunan masing-masing. Cuaca ekstrem masih berpotensi berlangsung, sementara Surat Keputusan (SK) Siaga Bencana berlaku hingga pekan terakhir Februari 2026, sehingga setiap kemungkinan kebencanaan perlu diwaspadai.
“Kami mengingatkan tanggung jawab kepala sekolah untuk mengawasi satuan masing-masing. Terkait perbaikan, kami bisa mengalihkan anggaran. Kami akan menggunakan APBD. Tahun ini juga kami perbaiki,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Tim Sarana dan Prasarana Disdik Sleman Ruling Yulianto mengungkapkan, SMP Negeri 5 Depok mengalami kerusakan pada balok kayu besar yang menjadi penyangga utama struktur atap atau belandar.
Ruling menjelaskan, belandar mudah patah atau hancur karena lapuk dimakan rayap. Saat hujan deras, air menambah beban pada struktur tersebut. Beruntung, bagian yang patah berada di luar ruang kelas.
Menurutnya, perbaikan khusus untuk SMP Negeri 5 Depok akan dilakukan pada 2026, dengan perkiraan biaya mencapai sekitar Rp200 juta untuk satu sekolah tersebut, seiring upaya Disdik Sleman menjaga keselamatan warga sekolah di tengah cuaca ekstrem yang masih berlanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Sleman membuka pendaftaran khitan massal gratis hingga 28 Juni 2026. Peserta mendapat layanan sunat, obat, dan goodie bag.
Bus KSPN Jogja layani rute ke pantai selatan mulai Rp12.000. Cek jadwal lengkap dan nikmati liburan praktis tanpa ribet.
Bupati Banyumas Sadewo sebut Lengger Bicara 2026 jadi ruang budaya, edukasi, dan penguatan identitas daerah.
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Jadwal SIM keliling Jogja Juni 2026 lengkap. Ada layanan pagi hingga malam, cek lokasi, syarat, dan biaya terbaru.
Senegal pesta gol 5-0 atas Irak di Piala Dunia 2026. Peluang lolos ke babak 32 besar masih terbuka.