BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Logo BKKBN/BKKBN
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) Bantul mencatat layanan keluarga berencana (KB) dengan berbagai jenis selama sehari per Senin (29/6/2020) sudah hampir mencapai 4.024 akseptor yang terdatar di berbagai layanan kesehatan. Jumlah tersebut melebihi target permintaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebanyak 1.469 akseptor untuk Bantul.
Taget 1.469 akseptor untuk Bantul tersebut dalam rangka mendukung target satu juta akseptor secara nasional di Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-17 dan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-69. “Kami sudah melampaui target layanan KB satu juta akseptor,” kata Kepala DPPKBPMD Bantul, Sri Nuryanti, seusai menghadiri peringatan Harganas dan IBI di Markas Kodim 0729 Bantul, Senin (29/6/2020).
BACA JUGA : Kota Jogja Layani KB Proaktif di Masa Pandemi Corona
Nuryanti mengatakan tingginya akseptor KB tersebut tidak lepas dari bantuan berbagai pihak terutama IBI dan Kodim. Biasanya layanan KB di Bantul hanya melalui puskesmas dan Rumah Sakit Griya Mahardika, namun kini ada praktek bidan mandiri (PMB) di 10 titik dan Klinik Pratama Kartika 0729 Bantul.
Layanan KB yang dilakukan di antaranya KB IUD atau KB spiral, implan, suntik, dan KB dengan metode operasi untuk pria dan wanita atau MOP dan MOW yang sering disebut vasektomi. Selain itu juga ada layanan pil ulang dan kondom yang dibagikan oleh pendamping keluarga berencana.
Nuryanti mengatakan layanan KB serentak yang melibatkan pihak luar Pemkab ini dapat membantu target layanan KB yang sempat terhambat selama tiga bulan terakhir ini dikarenakan adanya pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Selain itu layanan KB d puskesmas selama ini juga terbatas pada jam kerja yang berbeda dengan praktek bidan yang bisa setiap saat.
Sementara itu layanan KB yang paling banyak diminati adalah KB dengan kondom, “Layanan KB dengan metode suntik implan, dan MOP dan MOW yang paling sedikit,” ujar Nuryanti. Khusus MOP selama sehari kemarin total sembilan orang dan MOW sebanyak tiga orang, “Sebenarnya MOW ada lima tapi yang dua gagal dalam skrining,” ucap dia.
Nuryanti menambahkan target khusus layanan KB MOP selama tahun ini sebanyak 60 orang dan MOW sebanyak 27 orang. Sebelum adanya pandemi Covid-19 MOP sudah terlaksana 10 orang dan Mow empat orang. Menurut dia, KB MOP dan MOW belum banyak karena memang biasanya bagi mereka yang sudah siap tidak ingin memiliki keturunan lagi. Bagi mereka yang menjalani MOP juga akan mendapat penghargaan berupa uang tunai Rp1 juta.
Bupati Bantul Suharsono mengatakan untuk meningkatkan akseptor KB di Bantul pihaknya mengerahkan semua potensi yang dimiliki baik dari medis maupun non medis. Bahkan Kodim dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Selain itu pihaknya juga kerjasama dengan ormas keagamaan untuk memberikan pengertian bahwa KB di Bantul itu boleh dalam agama dan menyehatkan. “Kami minta di puskesmas juga ada psikolog supaya orang ber-KB tidak takut,” kata Suharsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Sekitar 2.000 atlet dari 200 kontingen akan berlaga di YOT VI 2026 Piala Kemenpora RI di GOR UNY pada 28-30 Agustus.
Gempa susulan Flores mencapai 7.029 kejadian hingga 25 Agustus 2026. Gempa M4,1 kembali mengguncang Manggarai pagi ini.
Tiga pesawat TNI AU membawa 31 ton bantuan untuk korban gempa NTT. Logistik dikirim melalui Labuan Bajo dan Maumere.
Donyell Malen mencetak hattrick saat AS Roma membantai Fiorentina 4-0. Roma pun langsung memuncaki klasemen Liga Italia.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.