Delapan Orang Dalam Satu Keluarga di Banguntapan Terinfeksi Corona! Ada Bayi 15 Bulan

Foto ilustrasi. - Reuters
30 Juni 2020 17:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Enam dari total tujuh pasien baru Covid-19 yang dilaporkan Pemda DIY pada Selasa (30/6/2020) merupakan warga Bantul. Di antara pasien tersebut masih satu keluarga asal Kecamatan Banguntapan.

Camat Banguntapan Fauzan Mu’arifin membenarkan di wilayahnya ada penambahan lima pasien positif Covid-19, tepatnya di Desa Baturetno. Kelima orang itu diakui Fauzan masih satu keluarga yang terdiri dari dua orang perempuan dan tiga orang laki-laki. “Salah satunya anak-anak yang paling kecil usia 15 bulan, laki-laki,” ucap Fauzan, Selasa (30/6/2020).

Fauzan mengatakan lima orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut masih bagian dari keluarga tiga orang yang dinyatakan positif lebih dulu dan masih dalam perawatan di rumah sakit. Dengan demikian total ada delapan orang dalam satu keluarga tersebut yang positif.

Fauzan menduga awal penularan Covid-19 dalam keluarga tersebut dari ayahnya yang melakukan perjalanan ke Surabaya pada Mei lalu untuk menjenguk keluarga. Kemudian saat pulang dinyatakan positif dan menularkan kepada dua anggota keluarga. Kini lima orang lainnya dalam satu keluarga itu juga ikut tertular.

Adanya penambahan lima kasus positif Covid-19 di Banguntapan ini menempatkan Banguntapan terbanyak pasien positif. Sejak Maret lalu sampai saat ini sudah ada 26 pasien positif di Banguntapan. dari 26 orang itu, 12 orang di antaranya sembuh, satu orang meninggal duna, dan 13 orang lainnya kini masih dalam perawatan di rumah sakit.

Sementara sebaran pasien di Banguntapan meliputi enam desa dan 11 dusun. Adapun penyebaran melalui beberapa klaster, yakni tranmisi wilayah zona merah luar DIY, Pekerja Migran Indonesia (PMI), jemaah tablig, kalster Indogrosir dari karyawan dan pembeli, dan non klaster.

Fauzan meminta peran serta masyarakat dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan cara mengikuti anjuran pemerintah seperti mengenakan masker saat keluar rumah, menjaga jarak, menghindari kerumunan massa, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, meningkatkan stamina tubuh, dan melakukan isolasi mandiri secara disiplin bagi pemudik atau yang mendapat rekomendasi isolasi.

“Isolasi bukan hanya antarwarga, tapi juga berlaku antarkeluarga. Walaupun keluarga inti kalau habis melakukan perjalanan ya harusnya isolasi,” ujar Fauzan.

Mantan Camat Sedayu ini juga meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru melakukan aktifitas di luar rumah, karena DIY dan Pemkab Bantul juga menetapkan untuk memperpanjang status Darurat Corona sampai 31 Juli mendatang sehingga belum ada pelonggaran. “Mari bersama sama kita patuhi, agar keadaan segera normal,” ucap dia.