Hampir 1.000 Calon Siswa Gagal Masuk SMP Negeri di Bantul

Ilustrasi PPDB. - JIBI
01 Juli 2020 17:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 940 atau hampir 1.000 calon siswa SMP di Bantul harus terlempar dan mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk MTSN dan SMP swasta.

Hal ini menyusul ditutupnya PPDB untuk SMP Negeri di Bantul, Rabu (1/7/2020) pukul 12.00 WIB.

Dari daya tampung 10.354 siswa untuk SMP baik swasta maupun negeri dan sederajat, hanya 9.417 siswa tertampung di 47 SMP Negeri di Bantul melalui 5 jalur.

Di mana ada 394 siswa lolos melalui jalur lingkungan sekolah, 1.657 siswa lewat jalur prestasi, 1.657 siswa lewat jalur afirmasi, 394 siswa untuk jalur kepindahan tugas orang tua dan 5.315 siswa jalur zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko meminta kepada calon siswa yang belum diterima di SMP Negeri pada PPDB dari 25 Juni hingga 1 Juli untuk tidak berkecil hati. Sebab, masih ada kesempatan untuk mendaftar di MTSN maupun SMP swasta.

“Bukan tidak tertampung, tetapi belum tertampung. Jangan putus asa, bisa daftar MTS negeri, MTS swasta dan SMP swasta,” katanya.

Selain itu, dia berharap agar siswa yang diterima melalui PPDB kali ini mantap dengan pilihannya. Ia meminta agar siswa yang bersangkutan untuk tidak pindah sekolah.

“Jangan sampai mengundurkan diri dan pindah ke mana gitu. Karena saya sudah dengar ada kemungkinan itu,” harapnya.

Disisi lain, Isdarmoko mengklaim jika PPDB SMP telah sesuai dengan Peraturan Mendikbud (Permendikbud) No.44/2019 terkait PPDB TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

Di mana, sesuai dengan Permendikbud, PPDB melalui zonasi dan afirmasi tidak lagi mengacu pada nilai.

“Kalau kita menggunakan acuan nilai justru itu melanggar Permendikbud. Untuk itu kami pakai usia,” ungkapnya.