Pedro Acosta Tercepat di Catalunya, Tes MotoGP Dihentikan Hujan
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Petugas pemantau kesehatan hewan kurban Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja melakukan pemeriksaan kesehatan kambing di Jalan Pramuka, Jumat (9/8/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, SLEMAN - Akibat pandemi Covid-19, penjualan hewan kurban baik sapi maupun kambing di wilayah Sleman diperkirakan turun hingga 20%. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang belum bergerak sehingga daya beli masyarakat juga menurun.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono memprediksi ada penurunan penjualan hewan kurban tahun ini. Kondisi tersebut terjadi lantaran dampak ekonomi yang terjadi di hampir semua sektor akibat pandemi Covid-19.
"Dampak ekonomi akibat Covid-19 ini menyebabkan turunnya daya beli masyarakat. Ini akan berpengaruh pada jumlah hewan yang disembelih," katanya, Jumat (10/7/2020).
Dia memperkirakan jumlah hewan kurban yang disembelih pada Iduladha tahun ini turun sekitar 20% dibandingkan tahun lalu. Pada tahun lalu, katanya jumlah hewan kurban yang disembelih sekitar 8.000 ekor sapi, 2.221 kambing dan 10.837 domba.
Dinas, lanjut Heru, akan melakukan pemantauan situasi dan kondisi, termasuk harga hewan kurban agar tetap dalam ambang batas wajar. "Penurunan jumlah hewan kurban tahun ini masih prediksi sementara. Bisa jadi menjelang Iduladha terjadi perubahan harga," katanya.
Terpisah, Yanto salah seorang pedagang sapi di Pasar Jangkang Ngemplak mengakui jika permintaan sapi pada tahun ini turun dibandingkan tahun lalu. Berbeda dengan perkiraan DP3 Sleman, dia bahkan memperkirakan penurunan jumlah hewan yang dijual sampai 50%. "Ya ini sepertinya paling buruk. Soalnya selain permintaan turun, harga sapi juga turun," katanya.
Dia menyontohkan, tahun ini harga sapi sekitar Rp18 juta padahal tahun lalu harganya sekitar Rp20 juta. Menurut Yanto, penurunan permintaan sapi tersebut dipengaruhi adanya pandemi Covid-19. "Ya kan di mana-mana ekonomi terpuruk karena Corona. Daya beli masyarakat jadi turun," katanya.
Hal senada disampaikan Pambudi, penjulan kambing di Pasar Jangkang. Menurutnya permintaan kambing kurban turun hingga 40% jika dibandingkan tahun lalu. Hanya saja, harga kambing saat ini masih terbilang baik sekitar Rp3 jutaan per ekor. "Kalau tahun lalu bisa 100 ekor, tahun ini paling 60 sampai 70 ekor. Mudah-mudahan jelang Iduladha banyak yang beli," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.