Belum 2 Bulan, BBVet Wates Sudah Uji 400 Spesimen Pasien Covid-19

Bupati Kulonprogo, Sutedjo (tengah) saat meninjau laboratorium pengujian sampel pasien terkait Covid-19 di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Rabu (15/7/2020). - Harian Jogja Rahman Dewantara
16 Juli 2020 13:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates telah menguji sedikitnya 400 spesimen pasien terkait Covid-19 di Kulonprogo. Instansi di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian ini ditunjuk pemerintah untuk melaksanakan uji Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19, per 1 Juni 2020.

Kepala BBVet Wates, Bagoes Poermadjaja mengatakan sejak ditunjuk untuk melaksanakan tes uji spesiesmen khusus untuk wilayah Kulonprogo berdasarkan keputusan Gubernur DIY, pihaknya sudah menguji lebih dari 400 spesimen. "Sampel ini dari Dinas Kesehatan Kulonprogo, RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo," kata Bagoes usai menerima kunjungan Bupati Kulonprogo di BBVet, Rabu (15/7/2020) sore.

Bagoes menerangkan dalam sehari laboratioum BBVet mampu menguji sebanyak 47 sampel. Pengujian dilakukan oleh 30 petugas, yang terdiri dari 15 petugas utama dan sisanya pendamping. Proses pengujian ini menggunakan dua mesin real-time PCR dan bahan kimia untuk ekstraksi virus yang merupakan bantuan dari Pemda DIY.

Dikatakan Bagoes, dalam menjalankan tugas pengujian Covid-19, BBVet Wates telah sesuai standart yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan Republik Indonesia No HK.02.01/Menkes/234/2020 tentang Pedoman Pemeriksaan Uji RT PCR SARS CoV2 bagi Laboratorium di Lingkungan Rumah Sakit dan Laboratorium lain yang melakukan Pemeriksaan Covid-19

Dengan SDM dan peralatan yang memadai itu, Bagoes memastikan sampel yang masuk, tak perlu menunggu lama untuk diketahui hasilnya. "Masuk pagi, sorenya [hasil test] sudah keluar," ujarnya.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo merasa terbantu dengan berfungsinya BBVet sebagai institusi yang diberi wewenang untuk melakukan uji PCR.

"Ini memang sangat membantu kami mempercepat uji lab. Karena dengan kecepatan ini membantu kami segera mengambil langkah tepat. Kami tak perlu jauh-jauh ke kota Jogja untuk melakukan uji test," kata Sutedjo.