Dua Penyu Ditemukan Mati di Gunungkidul Dalam Tempo Tiga Hari

Ilustrasi penyu mati. - Antara/Virna Puspa Setyor
21 Juli 2020 15:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bangkai penyu seberat 40 kilogram ditemukan di kawasan Pantai Somadeng, Kapanewon Tepus, Selasa (21/7/2020). Penemuan bangkai ini adalah yang kedua dalam rentang waktu tiga hari terakhir.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto mengatakan, temuan penyu mati pertama terjadi di kawasan Pantai Watukodok, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari pada Minggu (19/7/2020). Penyu mati ini memiliki berat sekitar 15 kilogram, sedangkan jenisnya belum diketahui karena langsung dikuburkan tanpa dilakukan identifikasi.

Selang dua hari, juga ditemukan seekor penyu mati dan terseret ombak hingga mendarat di kawasan Pantai Somadeng, Kapanewon Tepus. Bangkai ini lebih besar ketimbang bangkai yang ditemukan di Pantai Watukodok karena memiliki diameter 30 centimeter dan berat sekitar 30 kilogram. “Setelah ditemukan langsung dikubur agar tidak menimbulkan bau yang bisa mengganggu kenyamaanan pengunjung,” kata Suris kepada wartawan. 

Menurut dia, penyebab kematian penyu tersebut tidak ada yang tahu karena saat ditemukan sudah dalam kondisi mati. “Rata-rata yang terdampar di pantai sudah dalam keadaan mati. Jadi, langsung dikuburkan tanpa melihat jenis penyu apa,” ungkapnya.

Suris menjelaskan wilayah Pantai Selatan dahulu sering menjadi tempat pendaratan penyu untuk bertelur. Namun karena perkembangan pariwisata, penyu mulai jarang terlihat. Masyarakat juga tidak berani menangkap penyu seiring sosialisasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul dan kepolisian. “Hewan itu dilindungi dan  sekarang tidak ada lagi yang menangkap,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono. Menurut dia, temuan bangkai penyu bukan hanya terjadi pada saat sekarang. Tahun lalu masyarakat pesisir juga menemukan dua bangkai di lokasi Pantai Somadeng dan Kukup.

Menurut dia, keberadaan penyu sudah jarang sekali terlihat karena terpengaruh kunjungan dari wisatawan. Hal ini berbeda dengan pada saat pariwisata belum berkembang pesat, kawanan penyu masih mudah dilihat di sejumlah pantai di Gunungkidul. “Saya lihat terakhir penyu mendarat di 2013 lalu di kawasan Pantai Drini. Sekarang penyu sulit ditemukan di kawasan itu ditemukan karena pantai sudah digunakan untuk aktivitas berjualan,” katanya.

Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul beberapa waktu lalu sudah melakukan survei pantai yang sering digunakan sebagai pendaratan penyu. Beberapa pantai meliputi Butuh, Ngulen, Ngedan, Soridam. Karawak, dan Piyuyon, Woh Kudu, Kayu Arum, Porok, Ngrumput, Seruni, dan Ngitun.