HIMKI DIY Minta Akses Permodalan Dipermudah

Ilustrasi mebel - Solopos - Sunaryo Haryo Bayu
23 Juli 2020 08:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pelaku usaha kecil dan menengah yang tergabung dalam Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DIY mengeluhkan sulitnya mengakses permodalan di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini. Padahal pesanan mulai berdatangan.

Pengurus HIMKI DIY, Bambang Wijaya mengatakan selama pandemi ini banyak anggotanya yang mengalami masalah karena pembatalan order terutama dari negara-negara di Timur Tengah, Amerika, dam China. Namun saat ini pesanan mulai kembali datang seiring dengan terobosan pemasaran yang dilakukan secara daring dengan bidikan pasar internasional.

Akan tetapi persoalannya pelaku UKM permebelan dan industri itu kesulitan mengakses modal. Meski ada kebijakan dari pemerintah soal penundaan angsuran di bank, namun ketika mengajukan modal lagi tidak bisa.

"Banyak kasus dari anggota kami sedikit banyak punya masalah berkaitan dengan restrukturisasi. Ketiak setelah restrukturisasi membutuhkan modal baru untuk pengembangan usaha namun itu sulit," kata Bambang seusai audiensi dengan Bupati Bantul Suharsono di Parasamya, Kompleks Pemkab Bantul, Rabu (22/7/2020).

Ia mengatakan audiensi tersebut terkait keluh kesah situasi yang dialami pelaku UKM terutama dari Bantul karena sebagian besar UKM yang ekspor adalah dari Bantul. Ia berharap Pemkab Bantul membantu mepermudah akses permodalan. Sebab sejak awal pandemi banyak usahanya tidak berjalan dan produksi terhenti sehingga menurunkan pendapatan. Padahal untuk bangkit kembali melanjutkan usaha membutuhkan modal.

Dalam kesempatan tersebut Bambang mengungkapkan sebenarnya banyak anggotanya yang berpotensi untuk mengembangkan perluasan usaha namun terkendala tempat dan modal. Pihaknya meminta Pemiab ikut memfasilitasinya. "Kami mohon suport pemerintah untuk menyediakan lahan. Kalaupun ada biayanya dimurahkan," ucap dia.

Pemilik Dekor Asia Indonesia yang beralamat di Tembi ini menambahkan ada tiga lokasi yang ditawarkan oleh Bupati yakni, Kawasan Industri Piyungan, Kawasan Industi Pajangan dan Pasar Seni Gabusan.

Asisten Sekda Bidang SDM dab Kesejahteraan Rakyat Bantul, Pulung Haryadi siap memfasilitasi para pelaku usaha di Bantul terutama dalam pemasarannya baik melalui kawaan industri maupun pemasaran online yang akan difasilitasi melalui marketplace yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika.

Namun soal akses pernodalan lewat perbangkan ia tidak bisa memastikannya, "Karena kebijakan restrukturisasi permodalan itu kebijakan nasional," kata Pulung.