Prabowo Ungkap Indonesia Kini Jadi Eksportir Pangan di KTT BRICS
Prabowo menegaskan Indonesia kini menjadi eksportir pangan dan menawarkan industrialisasi bersama untuk memperkuat BRICS.
Maket gedung Kantor Kelurahan Glagah, Kulonprogo. /Ist-UII
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Islam Indonesia (UII) berusaha merealisasikan program kampus merdeka dengan menyasar kawasan Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo. Bekerja sama dengan Kelurahan Glagah, Temon, Kulonprogo, kampus ini melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Kelurahan Glagah dan Kampus Merdeka.
Ketua Program Studi Arsitektur Program Magister Arsitektur UII Suparwoko menjelaskan pembangunan kantor kelurahan sekaligus kampus merdeka ini sebagai realisasi bahwa persentase belajar mahasiswa tidak hanya di kampus namun juga di luar kampus. Peletakan batu pertama pembangunan gedung kelurahan dan kampus merdeka UII ini telah dilakukan pada Kamis (23/7/2020) lalu.
BACA JUGA : Resmi, YIA Sudah Mulai Layani Penerbangan Internasional
“Sebelumnya kami melakukan survei lebih dahulu, hingga kami menetapkan memilih Kelurahan Glagah untuk bekerja sama membangun kantor dan kampus merdeka. Kami merencanakan sebenarnya sudah sejak 2017 silam sejak YIA ini mulai dibangun,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (25/7/2020).
Kerja sama ini meliputi sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana teknologi dan riset, perencanaan, pengawasan konstruksi bangunan dan pertanggungjawabannya. Fasilitas publik yang dibangun tersebut menjadi sarana belajar para mahasiswa, selain representatif dengan lokasi strategis berdekatan dengan YIA.
Ia menambahkan, melalui kampus merdeka ini akan snagat terbuka kerja sama lebih luas antara pemerintah, swasta serta masyarakat. Sehingga memberikan banyak kesempatan mahasiswa untuk belajar di luar kampus dari awalnya minimal 30 persen menjadi 50 persen.
“Ini bisa menjadi saran riset juga ke depannya, dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat,” ucapnya.
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTSP UII Kasam menambahkan kerja sama pembangunan kantor Kelurahan Glagah tersebut perencanaan dilakukan oleh para ahli di UII dengan terus dilakukan pemantauan sampai gedung bisa dimanfaatkan. Pembangunan gedung dengan anggaran sebesar Rp3 miliar itu ditargetkan selesai selama 15 bulan.
BACA JUGA : YIA Gunakan Virtual Customer Service untuk Cegah Corona
Kantor tersebut diharapkan nanti bisa memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat tentu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Harapannya bisa menjadi percontohan kantor kelurahan di wilayah DIY yang mengedepankan sistem digital.
“Bisa menjadi sarana belajar mahasiswa menjadi kondisi yang alami, mulai dari mengelola dan merekayasa pembelajaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo menegaskan Indonesia kini menjadi eksportir pangan dan menawarkan industrialisasi bersama untuk memperkuat BRICS.
HMI Jogjakarta menggelar aksi di Polda DIY, menuntut penanganan serius kasus dugaan kekerasan seksual di Ponpes Ash-Sholihah Sleman.
BMKG mengingatkan potensi gelombang laut hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 14-17 September. Pelaku pelayaran diminta waspada.
Disdukcapil Kulonprogo mengingatkan warga soal penipuan aktivasi IKD yang meminta Rp10.000, nomor rekening hingga kode OTP.
Gempa M5,6 mengguncang barat daya Bayah Banten pada Senin sore. BMKG memastikan gempa berkedalaman 10 km itu tak berpotensi tsunami.
JNE menggandeng visual artist Muklay menyulap armada pengiriman menjadi galeri seni berjalan jelang HUT ke-36 bertema “Melesat Hebat”.