Gempur Rokok Tanpa Cukai di Gunungkidul Ratusan Ribu Batang Diamankan
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
Relawan Mengajar Maharani Purbayan, Jogja mendampingi anak belajar, beberapa waktu lalu./Dok relawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, pelaksanaan belajar di rumah (BDR) tidak sepenuhnya berjalan baik.
Pasalnya, pelaksanaan kegiatan belajar untuk mencegah penyebaran corona ini masih ditemukan sejumlah masalah mulai dari susah sinyal hingga ketiadaan perangkat untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.
“Hampir 70% murid mengalami kendala. Adapun permasalahan yang dihadapi berbeda mulai susah sinyal, tidak memiliki gawai atau komputer dan sejumlah permasalah lainnya sehingga untuk mengakses internet jadi sulit,” kata Bahron kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).
BACA JUGA: 5 Langkah Bikin Konten Media Sosial Biar Unik dan Viral
Menurut dia, sejumlah permasalahan inilah yang membuat proses BDR belum lancar. Meski demikian, ada upaya dari sekolah untuk memastikan para siswa tetap bisa belajar di tengah-tengah keterbatasan yang dimiliki. Salah satunya dengan cara guru mendatangi ke rumah siswa.
Bahron mengakui, cara ini lumayan efektif agar siswa tetap bisa belajar. “Dengan mendatangi ke rumah, para guru bisa memberikan tugas kepada para siswa,” katanya.
Meski demikian, sambung Bahron, pelaksanaan pembelajaran dengan model mendatangi siswa tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan corona. Hal ini dikarenkan pelaksanaan BDR bertujuan untuk mencegah penyebaran virus di kalangan anak-anak.
“Untuk itu, kami minta protokol kesehatan tetap dijalankan guna mengurangi potensi penyebaran corona,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
KPK mengungkap kode "malaikat" dan grup band dalam dugaan pembagian uang hasil pemerasan pengurusan KITAP dan KITAS di Imigrasi.
Sekda DIY menyebut surplus APBD 2025 berasal dari efisiensi dan hasil lelang, bukan karena program tidak terlaksana.
Juara TKA Bantul Yusuf Elbaradei membuktikan prestasi bisa diraih lewat fokus belajar dan dukungan ayah tunggal yang setia mendampingi.
BMKG mengungkap penyebab banjir saat musim kemarau 2026, mulai gelombang Rossby Ekuator, MJO, El Nino hingga faktor lingkungan.
Menkeu Purbaya memastikan rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS belum mengganggu pembayaran utang pemerintah. BI terus memperkuat intervensi.