70% Siswa di Gunungkidul Kesulitan Belajar Daring

Relawan Mengajar Maharani Purbayan, Jogja mendampingi anak belajar, beberapa waktu lalu. - Dok relawan
28 Juli 2020 16:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, pelaksanaan belajar di rumah (BDR) tidak sepenuhnya berjalan baik.

Pasalnya, pelaksanaan kegiatan belajar untuk mencegah penyebaran corona ini masih ditemukan sejumlah masalah mulai dari susah sinyal hingga ketiadaan perangkat untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

“Hampir 70% murid mengalami kendala. Adapun permasalahan yang dihadapi berbeda mulai susah sinyal, tidak memiliki gawai atau komputer dan sejumlah permasalah lainnya sehingga untuk mengakses internet jadi sulit,” kata Bahron kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

BACA JUGA: 5 Langkah Bikin Konten Media Sosial Biar Unik dan Viral

Menurut dia, sejumlah permasalahan inilah yang membuat proses BDR belum lancar. Meski demikian, ada upaya dari sekolah untuk memastikan para siswa tetap bisa belajar di tengah-tengah keterbatasan yang dimiliki. Salah satunya dengan cara guru mendatangi ke rumah siswa.

Bahron mengakui, cara ini lumayan efektif agar siswa tetap bisa belajar. “Dengan mendatangi ke rumah, para guru bisa memberikan tugas kepada para siswa,” katanya.

Meski demikian, sambung Bahron, pelaksanaan pembelajaran dengan model mendatangi siswa tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan corona. Hal ini dikarenkan pelaksanaan BDR bertujuan untuk mencegah penyebaran virus di kalangan anak-anak.

“Untuk itu, kami minta protokol kesehatan tetap dijalankan guna mengurangi potensi penyebaran corona,” ungkapnya.