Anak-Anak di Bintaran Kidul Belajar Daring di Gang Sempit Manfaatkan Limas

Sejumlah pelajar belajar bersama melalui dari menggunakan layanan internet masyarakat dengan teknologi wifi untuk anak di Bintaran Kidul, Wirogunan, Mergangsan, Jogja, Rabu (29/7/2020). Layanan Internet Masyarakat (LIMas) untuk Jogja ini memudahkan para pelajar untuk mendaptkan jaringan internet guna mendukung proses belajar selama masa pandemi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto.
30 Juli 2020 06:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Belasan anak yang didominasi usia sekolah dasar melakukan kegiatan belajar online secara bersama dengan memanfaatkan wifi Layanan Internet Masyarakat (Limas) di sebuah gang sempit Kampung Bintaran Kidul RT08/RW03 Wirogunan, Mergangsan Kota Jogna Rabu (28/7/2020). Pemanfaatan wifi secara berjamaah itu dilakukan karena dinilai murah dan aksesnya cepat untuk menjalani belajar online selama pandemi corona.

Salah Satu Siswa Kelas IV SD Margoyasan Kota Jogja Alinka mengaku dalam sehari ia harus mengikuti pembelajaran secara daring sebanyak empat mata pelajaran. Selama itu pula ia memanfaatkan ponsel milik orangtuanya. Ia mulai merasakan kejenuhan dengan daring dan sangat ingin masuk sekolah, sejak duduk di kelas IV ia belum pernah bertemu gurunya.

BACA JUGA : Aplikasi Pembelajaran Daring untuk Siswa di Kota Jogja Akan 

"Biasa ada tugas, tetapi ada kelonggaran dikumpulkan hari Senin, yang mengumpulkan orangtua ke sekolah, kadang menyimak lewat video. Tambah capek, enak belajar di sekolah," katanya Rabu (29/7/2020).

Yuni Martina yang juga salah satu orangtua siswa di Kampung Bintaran Kidul mengatakan kebutuhan kuota internet meningkat dua kali lipat sejak ada pembelajaran daring. Oleh karena itu pihaknya mengapresiasi adanya program Limas yang memberikan fasilitas internet murah.

" Biasanya sebelum ada corona Rp50.000 sudah cukup untuk sebulan di ponsel, sekarang Rp100.000 bisa lebih, karena kebutuhan penggunaan kuota internet banyak seperti harus download materi, mencari referensi," ucapnya.

BACA JUGA : Pembelajaran Daring, Guru: Bikin Video Tak Semudah

Ketua Paguyuban Bintaran Bersatu Reno Ardana menyatakan keberadaan wifi bersama lewat Limas itu tidak lepas dari banyaknya keluhan masyarakat karena boros penggunaan internet untuk belajar daring. Bahkan ada yang mengaku satu keluarga menghabiskan Rp60.000 dalam tiga hari hanya untuk memfasilitasi internet anak-anaknya selama belajar daring. Pihaknya bersama para pemuda kemudian berupaya mencari solusi mengatasi persoalan tersebut.

"Akhirnya kami mengupayakan bersama warga agar mendapatkan internet murah hingga bertemu dengan Pelangi Surya Persada atau PSP ini mau memberikan program ini. Dengan harga Rp30.000 per bulan tanpa batasan. Setiap titik bisa menjangkau sekitar 180 KK," ucap tokoh pemuda ini.

Direktur Partnership & Aplication PSP Kurniawan menjamin Limas ini memiliki koneksi cepat, tanpa batas meski pun harganya murah. Program ini memang didedikasikan untuk membantu para siswa dalam mengikuti pembelajaran daring. Radius jangkauan internet setiap titik sekitar 100 meter sehingga memudahkan siswa yang akan belajar secara daring.

BACA JUGA : Ini Platform Belajar Daring yang Bakal Digunakan untuk 

"Ini yang mengelola dari paguyuban pemuda kampung setempat sehingga ada keuntungan bagi paguyuban, serta RT dan RW. Pemasangan dilakukan para pemuda dipantau oleh para pemuda juga," katanya.