APINDO Perkuat Ekosistem UMKM Yogyakarta melalui Kolaborasi Lintas Sektor
APINDO bersama mitra memperkuat ekosistem UMKM Yogyakarta melalui kolaborasi lintas sektor, akses pasar, peningkatan kapasitas, dan kemitraan berkelanjutan.
Teguh Santosa/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Anggota DPRD Bantul, Teguh Santosa, punya cara tersendiri dalam membangun kedekatan dengan warga, khususnya warga di daerah pemilihannya. Selama setahun terakhir ini ia aktif menjaring aspirasi di Kecamatan Banguntapan dan Piyungan.
Teguh tidak ingin menyambangi warga saat pencalonan legislatif saja. Namun setelah terpilih pun ia ingin tetap dekat dan ikut membangun dapilnya. "Peran saya sebagai anggota dewan di masyarakat, biar masyarakat tahu bahwa mereka punya anggota dewan. Maka waktu saya curahkan untuk warga. Selama 24 jam ponsel saya tidak pernah saya matikan," ucap Teguh, Selasa (4/8/2020).
Politikus Partai Golkar ini tidak hanya menerima aduan dan aspirasi, tetapi juga ikut membangun dapilnya baik secara fisik maupun pemberdayaan masyarakat. Bahkan dana aspirasinya semua ia serahkan kepada masyarakat untuk membangun sarana prasarana yang dapat mengembangkan wilayah, seperti jalan cor blok, bangket, sampai sarana yang dapat mempermudah akses wisata.
Dana aspirasi atau anggaran program pembangunan daerah pemilihan yang menjadi hak anggota dewan itu ia serahkan kepada masyarakat untuk pembangunan fisik hingga pengerjaannya. Dengan demikian pria kelahiran 4 Mei 1969 ini menilai masyarakat tidak hanya mendapat manfaat pembangunan fisik, namun juga ada pemberdayaan. "Kalau biasanya yang mengerjakan pemborong ini masyarakat sendiri yang mengerjakan," ujar dia.
Saat ini pihaknya juga terus berupaya menjembatani masyarakat dengan Pemkab Bantul yang belum punya penghasilan agar memiliki keahlian untuk berkarya seperti dengan kursus menjahit, memasak, membuat aneka makanan, hingga kursus berjualan secara daring. Selain itu juga mewujudkan dua objek wisata yang saat ini sedang dikembangkan warga, yakni wisata Tinatar dan Gunungwangi di Srimulyo Piyungan.
Dua objek wisata itu perlu dikembangkan karena berpotensi meningkatkan pendapatam bagi warga sekitar. Ia mengaku saat ini pembangunan wilayah yang diperjuangkannya masih difokuskan di wilayah Piyungan. Namun wilayah Banguntapan juga menjadi perhatiannya di tahun berikutnya. Ia berharap masyarakat di dapilnya dapat merasakan bahwa mereka memiliki perwakilan di Dewan yang dapat menjembatani program pembangunan secara bertahap.
"Sesuai dengan motto saya. Di mana pun saya bertempat tinggal harus berguna bagi masyarakat setempat," ucap Teguh.
Anggota Komisi A DPRD Bantul ini menilai masyarakat di dapilnya sangat peduli dengan peningkatan ekonomi dan juga peduli lingkungan.
Meski baru duduk di DPRD Bantul sejak 2019, Teguh bukan orang baru dalam dunia politik dan organisasi. Ia dibersarkan dari keluarga politisi Golkar dan lingkungan Muhammadiyah. Sejak usia sekolah, ia menjadi ketua OSIS di SMP dan SMK. Teguh juga sempat menjadi ketua karang taruna dan pemuda waktu masih tinggal di Condongcatur Sleman.
Bebera dia masih menjadi Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia (IMI), Ketua Umum Yogyakarta Fiat Club dan Dewan Pembina Indonesia Fiat Club. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APINDO bersama mitra memperkuat ekosistem UMKM Yogyakarta melalui kolaborasi lintas sektor, akses pasar, peningkatan kapasitas, dan kemitraan berkelanjutan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter mikrobiologi klinik Andrew Adhytia Lieputra mengingatkan penggunaan masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan bantu cegah influenza tipe A.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
WJNC 2026 dinilai bukan sekadar karnaval, tetapi ruang kebersamaan warga. Tahun ini WJNC mengusung tema Gana Kalajaya dan masuk Top 10 KEN.
The Social Reckoning karya Aaron Sorkin mengungkap sisi gelap Facebook, algoritma, dan The Facebook Files melalui Frances Haugen dan Jeff Horwitz.