PNS Diduga Jadi Timses Calon Independen di Gunungkidul

Ilustrasi - Freepik
05 Agustus 2020 16:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bawaslu Gunungkidul mengendus aparatur sipil negara (ASN) yang tidak netral menjelang Pilkada 2020. AS atau pegewai negeri sipil (PNS) tersebut diduga menjadi tim sukses salah satu bakal pasangan calon (bapaslon) independen.

Ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto, mengatakan lembaganya sudah mendengar dugaan keterlibatan salah seorang PNS yang jadi timses bakal calon independen. Meski demikian, PNS ini tidak berkerja di Gunungkidul. “Dugaannya dia [PNS yang bersangkutan] jadi tim penghubung untuk bapaslon independen. Sekarang masih kami telusuri dugaan ini,” kata Tri kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

Meski demikian, ia belum bisa menyampaikan secara detail ketidaknetralan PNS ini. Recananya, bawaslu akan melakukan klarifikasi terhadap pegawai yang bersangkutan. “Kami panggil untuk klarifikasi. Nanti setelah pemanggilan akan diketahui apakah terjadi pelanggaran atau tidak. Untuk saat ini, masih sebatas dugaan,” katanya.

BACA JUGA: Banser Ancam Perkarakan Dukungan ke Suharsono-Totok di Pilkada Bantul Secara Hukum

“Kami hanya merekomendasikan apabila memang ada kesalahan. Untuk sanksi kami serahkan ke instansinya secara langsung.”

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani sudah mendengar adanya salah seorang PNS yang masuk dalam daftar tim liaison officer (LO) salah satu bapaslon independen. Meski demikian, KPU tidak memiliki kewenangan untuk menindak karena ranah tersebut berada di bawaslu.

Hani mengatakan pada pilkada tahun ini ada dua bapaslon dari jalur perseorangan, yakni pasangan Anton Supriyadi-Suparno dan Kelick Agung Nugroho-Yayuk Kristiyawati. Mereka masih melalui proses verifikasi administrasi berkas perbaikan. “Apabila hasilnya memenuhi syarat minimal dukungan, maka bisa lanjut ke tahaan verifikasi faktual, tapi kalau kurang otomatis gugur,” katanya.