Anggota Dewan Bantul Ini Relakan Rumah Jadi Tempat Belajar Siswa

Eko Sutrisno Aji/Ist
06 Agustus 2020 21:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Akses internet yang lancar merupakan kebutuhan utama bagi siswa dalam menunjang pembelajaran jarak jauh dengan sistem dalam jaringan atau daring. Sementara tidak semua keluarga mampu menyediakan kuota internet sehingga harus bola-balik ke sekolah mengambil dan mengumpulkan tugas di masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini.

Untuk menjembatani persoalan tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Eko Sutrisno Aji merelakan rumahnya menjadi tempat belajar siswa dari berbagai satuan pendidikan yang kesulitan membeli kuota internet. Hampir setiap hari ada siswa yang belajar di rumah Eko, “Ada dua tempat wifi yang bebas diakses masyarakat yang saya sediakan untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah, salah satunya di rumah saya,” kata Eko, Kamis (6/7/2020).

Apa yang dilakukan Eko ini bagian dari upaya membantu masyarakat yang terkendala dengan akses jaringan internet, “Karena tanpa jaringan internet lancar, pembelajaran jarak jauh tidak akan berjalan maksimal,” kata dia.

Selain menyediakan wifi di rumahnya di Dusun Jodog, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, ia juga menginisiasi untuk pengadaan wifi gratis di sejumlah tempat dengan dana swadaya masyarakat di daerah pemilihannya di Pandak, Sanden, Pajangan, dan Srandakan. Inisiasinya itu mendapat tanggapan bagus dari masyarakat, bahkan banyak warga siap untuk iuran sukarela demi pengadaan wifi gratis. Hal itu membuatnya salut karena memang pada dasarnya pendidikan adalah tanggung jawab semua orang.

Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan masyarakat juga harus ikut mendukungnya demi terwujudnya masyarakat yang cerdas. Meski demikian, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga tetap menjebatani agar pemkab melalui dinas terkait untuk ikut memfasilitasi.

Selain soal akses internet, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di Sanden, Pandak, Srandakan, dan Pajangan adalah soal infrastruktur seperti jalan, penerangan, hingga saluran irigasi yang banyak rusak. “Kerusakan infrastruktur ini sudah kami sampaikan dan sudah ditanggapi dengan perbaikan di beberapa titik,” kata Eko.

Lebih lanjut pria kelahiran Bantul 10 Agustus 1976 ini mengatakan perbaikan saluran irigasi penting untuk memperlancar pertanian. Sebab sektor pertanian paling dominan di wilayahnya. Selain itu ia juga mendorong Pemkab Bantul mempercepat pembangunan wilayah selatan Bantul untuk mendongkrak perekonomian warga. Eko meyakini wilayah selatan Bantul yang akan menjadi muka DIY berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Eko Sutrisno Aji sudah tiga periode menjadi anggota Dewan dari Fraksi PPP. Karir politiknya dimulai dari muda, dari usia 17 tahun ia sudah bergabung dengan partai berlambang kakbah. Sampai sekarang ia tidak pernah berubah haluan dari PPP yang telah membesarkan namanya. (adv)