Maaf, Wisata Kebun Buah Mangunan Bantul Belum Siap Buka

Bupati Bantul Suharsono saat menunjukan merek Beras Asli Bantul di kawasan Kebun Buah Mangunan, Kecamatan Dlingo, Rabu (2/5/2018). - Harian Jogja, David Kurniawan
06 Agustus 2020 22:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul memastikan sampai saat ini Kebun Buah Mangunan belum buka untuk kunjungan wisatawan. Objek wisata yang dikelola DPPKP ini akan buka setelah Bantul dinyatakan aman dari penularan Coronavirus Disease atau Covid-19.

“Kami mengikuti SK Bupati [Perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19] sampai 31 Agustus,” kata Kepal DPPKP Bantul, Yus Warseno, Kamis (6/8/2020). Bupati Bantul Suharsono telah memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 sampai 31 Agustus mendatang dengan alasan masih terjadi penularan Covid-19 di Bantul.

Yus mengatakan Kebun Buah Mangunan akan buka kembali setelah masa tanggap darurat yang ditetapkan Bupati selesai. Saat ini pihaknya memanfaatkan masa tanggap darurat ini untuk pemeliharaan tanaman buah di kawasan wisata dengan pemandangan hamparan terbuka dari ketinggian tersebut.

Saat ini ada sekitar 700an pohon durian di Kebun Buah Mangunan yang menjadi ikonnya dalam perawatan. Selain itu ada beberapa jenis buah seperti klengkeng, jambu, sirsak, rambutan, dan mangga. Namun buah durian tidak bisa dinikmati setiap bulan melainkan hanya saat-saat tertentu seperti pada Oktober, November, dan Desember.

Sebanyak 30 petugas yang ditempatkan di Kebun Buah Mangunan, kata Yus, juga tetap bekerja seperti biasa melakukan perawatan tanaman. “Ada wisatawan atau tidak petugas tetap bekerja merawat tanaman. Yang mengelola wisata kan ada sendiri Pokdarwis,” ucap Yus.

Sebelumnya Yus juga mengatakan perlunya inovasi di Kebun Buah Mangunan karena tren kunjungan wisatawan ke objek wisata tersebut menurun dari tahun ke tahun. Dalam catatan DP2KP Bantul pengunjung Kebun Buah Mangunan pada 2019 lalu sebanyak 274.193 orang. Sementata 2018 lalu sebanyak 339.510 orang.

Dengan berkurangnya pengunjung juga berdampak pada pengurangan pendapatan asli daerah dari Kebun Buah Mangunan. Dari target Rp2, 1 miliar PAD pada 2019 lalu yang teercapai kurang dari Rp2 miliar.

Belum Siap

Sekretaris Desa Mangunan, Dwi Eko Susanto mengatakan tidak hanya Kebun Buah Mangunan yang belum buka. Namun objek wisata yang dikelola desa dan masyarakat di Mangunan juga banyak belum buka, di antaranya adalah Watu Goyang, Watu Mabur, dan Goa Gajah, Watu Lawang, dan Jurang Tembelan.

Menurut dia, Pemdes dan masyarakat belum siap menerima kunjungan wisatawan karena masih masa tanggap darurat Covid-19. Selain itu sarana dan prasarana protokol kesehatan juga belum tersedia sehingga jika dibuka dikhawatirkan terjadi penularan Covid-19. “Jadi kami belum berani buka,” kata dia.

Berbeda dengan Puncak Becici, Pengger, Pinus Sari, dan Seribu Batu yang sudah buka di masa adaptasi kebiasaan baru ini sejak 22 Juli lalu. “Itu kan jadi destinasi percontohan di masa new normal dari Dinas Pariwisata DIY jadi sarana dan protokol kesehatannya juga sudah siap karena jadi percontohan,” kata dia.

Kendati demikian, Dwi mengatakan Pemdes akan segera mengumpulkan sejumlah pengelola wisata terkait kesiapan di masa new normal ini. Ia mengakui sudah terlalu lama objekw siata tutup selama masa pandemi ini. “Walaupun di Desa Mangunan sebenarnya belum ada yang positif Covid dari awal sampai sekarang. Tapi kalau terlalu banyak wisatawan yang datang juga khawatir juga ada penularan,” ucap Dwi.