Terapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19, Kampung di Jogja Ini Wajibkan Mahasiswa yang Datang Lapor ke Posko

Suasana Posko Pantauan Covid-19 RT 28 dan RT 48, RW 7, Kelurahan Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Jogja, pada Jumat (7/8/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
08 Agustus 2020 05:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Salah satu kampung di Jogja telah mengantisipasi kedatangan mahasiswa luar daerah ke wilayahnya, yakni RT 28 dan RT 48, RW 7, Kelurahan Tahunan, Kecamatan Umbulharjo.

Sejak Mei lalu, RT tersebut telah menyediakan posko bagi kedatangan mahasiswa. Koordinator Posko Pantauan Covid-19 RT 48, Pambudi Bayu Santosa mengatakan sejak posko dibuka, mahasiswa berangsur-angsur datang dari berbagai wilayah mulai dari Sidoarjo, Samarinda, Pati, dan sebagainya. "Belum terlalu banyak, kadang sehari satu dua anak yang datang," ujarnya, JUmat (7/8/2020).

Baca juga: Pemerintah Kembali Buka Sekolah di Zona Kuning, Epidemiolog: Berbahaya untuk Anak

"Kalau ke kosnya kan laporan dulu ke posko, dari pihak posko mendata anaknya, dari daerah mana, suruh mengisi formulir kedatangan, sama surat sehat," terang Pambudi.

Menurut keterangan Pambudi sebagian mahasiswa sudah membawa surat RDT, tetapi beberapa lainnya hanya mampu menunjukkan surat sehat biasa. "Tapi pihak kami suruh Rapid Test di Jogja," imbuhnya.

Baca juga: Menteri Nadiem Izinkan Siswa SMK Belajar Tatap Muka untuk Praktik

Diakui Pambudi salah satu kesulitan dalam pengawasan kedatangan mahasiswa ada pada pemantauan isolasi mandiri. Dia dan rekan-rekannya hanya mampu mengimbau saja agar mahasiswa yang bersangkutan untuk melakukan isolasi mandiri. "Pemantauan agak susah, soalnya tujuannya dia ke Jogja langsung mengurus mungkin soal kuliahnya ke fakultas masing-masing," ujarnya.

Disebutkan Pambudi, setidaknya ada sekitar 50 lebih indekos di RW 7. Dia menambahkan bahwa indekos tersebut rata-rata dihuni mahasiswa dari Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, dan Universitas Gadjah Mada. Rasa was-was memang dirasakan oleh Pambudi, namun pihaknya memilih untuk terus berhati-hati seperti terus mengingatkan masyarakat untuk memakai masker dan cuci tangan.