Ajak Masyarakat Berwisata di Tengah Pandemi, Pemkab Kulonprogo Luncurkan Gerakan Sambanggo

Bupati Kulonprogo, Sutedjo (mengenakan topi) melepas tukik sebagai tanda peluncuran gerakan Sambanggo di Pantai Trisik, Kapanewon Galur, Jumat (7/8/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara\\n
08 Agustus 2020 01:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Pemerintah Kabupaten Kulonpogo meluncurkan gerakan Sambanggo yang merupakan akronim dari Sambang Kulonprogo. Gerakan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat berwisata di Kulonprogo guna membangkitkan kembali perekenomian pelaku wisata yang anjlok selama pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan Sambanggo bisa berarti Sambang Kulonprogo atau bisa juga Sambang Monggo. Ada tiga hal yang ditekankan dalam gerakan ini, yakni Sambang Gisik, yang artinya menengok destinasi wisata sepanjang pantai; Sambang Gawe, menengok industri kreatif dan Sambang Gunung menengok destinasi wisata di perbukitan dan pegunungan.

Baca juga: Jokowi Arahkan Seluruh Sekolah di Zona Kuning Kembali Dibuka

"Melalui gerakan ini, diharapkan masyarakat bisa kembali berwisata di Kulonprogo, tapi tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai yang telah diterapkan oleh pengelola wisata," kata Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito, usai launching Sambanggo di Pantai Trisik, Kapanewon Galur, Jumat (7/8/2020) sore.

Joko mengatakan, pandemi Covid-19 telah mempengaruhi seluruh sektor tak terkecuali sektor wisata. Padahal pariwisata merupakan andalan pemerintah dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Oleh karena itu hadirnya gerakan Sambanggo, diharapkan mampu menggerakkan kembali perekonomian wisata, tapi tetap beriringan dengan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19.

Baca juga: Pemerintah Terbitkan Kurikulum Darurat untuk Sekolah, Ini Isinya

Masyarakat tetap boleh berkunjung ke destinasi wisata di Kulonprogo dengan catatan wajib mematuhi protokol kesehatan. Pengelola wisata, juga harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Untuk memastikan hal itu, Dispar Kulonprogo sudah menguji penerapan protokol kesehatan di tempat wisata. Ada sedikitnya 20 destinasi wisata dan 16 usaha jasa pariwisata, seperti rumah makan, restoran dan lain sebagainya yang sudah diperbolehkan beroperasi karena telah memenuhi syarat uji coba pembukaan wisata.

"Kami tegas terhadap penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata, karena dari Gubernur DIY sudah menekankan tidak mau ada klaster wisata. Kami sudah sampaikan hal ini ke pengelola wisata," ujar Joko.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo berharap kegiatan ini bisa membawa manfaat yang lebih besar utamanya bagi perkembangan kepariwisataan di Kulonprogo dalam memasuki masa New Normal di era pandemi Covid 19. Ia ingin geliat pariwisata akan kembali terasa dan ekonomi masyarakat kembali pulih.

"Harapannya memasuki era New Normal ini, kita kembali dapat beraktifitas dengan sebuah tatanan dan kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid 19. Tentunya dibutuhkan sikap disiplin dalam pelaksanaannya," ujarnya.

Ia menekankan setiap unsur pelaku wisata harus benar-benar berkomitmen untuk mentaati kesepakatan dan SOP new normal destinasi wisata, sehingga situasi dan keadaan akan segera pulih.