Kartu Prakerja Tahap IV, Bantul Tunggu Koordinasi dengan DIY

Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
09 Agustus 2020 13:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pendaftaran Kartu Prakerja Tahap IV sudah mulai dibuka pada Sabtu (8/8/2020). Namun, hingga kini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul menyatakan belum mendapatkan kejelasan dan teknis pelaksanaan pendaftaran kartu Prakerja.

“Infonya memang mulai kemarin sudah dibuka. Tapi sampai saat ini belum ada koordinasi maupun pemberitahuan dari Disnakertrans DIY juga terkait dengan pembukaan pendaftaran tahap IV,” kata Sekretaris Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti, Minggu (9/8/2020).

Atas dasar tersebut, maka sampai saat ini, posko yang semula didirikan untuk membantu para pekerja mengakses kartu Prakerja, kini belum kembali diaktifkan. Padahal, posko yang ada di kantor Disnakertrans Bantul ini selama ini cukup efektif membantu mereka untuk mendaftarkan diri sebagai peserta kartu Prakerja.

Baca Juga: Epidemiolog Menilai Rapid Test Corona untuk Penumpang Pesawat Boleh Ditiadakan

Sebelum sempat dihentikan beberapa waktu lalu, minat warga untuk mendaftar kartu Prakerja di Bantul cukup tinggi. Gelombang satu sebanyak 759 orang. Gelombang dua 1.342 orang. Dan gelombang tiga sebanyak 1.143 orang.

“Kalau pun membuka kembali, kami pastikan setelah ada koordinasi dengan Disnakertrans DIY dan kabupaten lainnya,” kata Istirul.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Kasus Positif Mencapai 19,79 Juta Orang, Sembuh 12,7 Juta

Sementara Kabid Hubungan Industriak dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans DIY, Ariyanto Wibowo mengatakan, pihaknya akan lebih memprioritaskan pendaftaran kartu Prakerja kepada pekerja terdampak Covid-19 yang belum sama sekali mengakses program ini.

Sejauh ini, Disnakertrans DIY mencatat ada sebanyak 36.962 pekerja diPHK dan dirumahkan. Sedangkan, dari jumlah tersebut, hanya 12.763 pekerja yang mengakses program tersebut. Artinya, ada 24.199 pekerja belum mengakses program Prakerja.

“Jadi kami memprioritaskan untuk mereka yang belum sama sekali” katanya.