PSS Sleman Kalah Dramatis di Final, Rekor Kandang Akhirnya Pecah
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Ilustrasi belajar./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA--Beberapa kampus saat ini masih menerapkan kuliah daring. Namun adanya sinyal diperbolehkannya perkuliahan tatap muka mendapat berbagai respon dari berbagai perguruan tinggi di Kota Jogja.
Kepala Bagian Humas Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ariadi Nugraha menjelaskan pihaknya masih menunggu ketentuan dan peraturan dari pemerintah. "Untuk UAD sendiri sudah membentuk Satgas Covid-19 UAD yang salah tugasnya menyiapkan protokol kesehatan di lingkungan UAD," ujarnya dihubungi pada Senin (10/8/2020).
Sebelumnya pada Juni lalu Ariadi sempat menyebutkan bahwa tahun ajaran baru UAD dimulai pada September. Persiapan yang dilakukan UAD di antaranya menyiapkan akses surat keterangan perjalanan di sistem portal akademik mahasiswa. dikatakan Ariadi waktu itu, sembari menunggu keputusan dari pemerintah, UAD masih akan melaksanakan perkuliahan daring.
Sementara itu Kepala Humas Institut Sains dan Teknologi (IST) AKPRIND, Dwi Setya mengatakan pihaknya belum menerima informasi dari pimpinan institut terkait akan diselenggarakannya perkuliahan tatap muka. Dwi mengatakan pihaknya akan mengecek kembali dengan pimpinan institut terkait isu perkuliahan tatap muka tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.