Gunung Sinabung Erupsi, 21 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Yogyakarta tengah menggencarkan razia atau operasi pemakaian masker di setiap titik keramaian di lima kabupaten/kota di DIY.
"Sejak 4 Agustus sampai saat ini sudah ada 800 orang yang terjaring karena diketahui tidak memakai masker," kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis (13/8/2020).
Menurut Noviar, operasi digelar selama masa tanggap darurat bencana COVID-19 di DIY hingga 31 Agustus 2020. Tujuannya, memberikan pembinaan masyarakat agar memiliki kesadaran melindungi dirinya dari penularan COVID-19.
BACA JUGA: Nama Warga Dicatut untuk Dukung Calon Independen, Pamong Desa di Gunungkidul Diminta Mundur
Setiap hari operasi itu menyasar dua lokasi keramaian yang berbeda di lima kabupaten/kota dengan dibantu personel TNI/Polri.
"Operasinya masih dalam tahapan non-yustisi artinya belum ada pemberian sanksi atau denda," kata dia.
Warga yang diketahui tidak memakai masker, kata dia, akan diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya dan sanggup memakai masker setiap keluar rumah.
Menurut Noviar, ada tiga kategori pelanggar pemakaian masker yang terjaring selama operasi itu. Pertama, warga yang sama sekali tidak menggunakan atau membawa masker, kedua, membawa masker tetapi hanya disimpan di saku, dan ketiga memakai masker tetapi hanya dipasang di dagu.
"Yang paling banyak memang membawa masker tetapi tidak dipakai. Padahal memakai masker hanya ditempel di dagu saja kan juga tidak ada gunanya," kata dia.
Ia berharap dengan razia itu kesadaran masyarakat menggunakan masker meningkat, khususnya ketika beraktivitas di luar rumah. Bukan karena ada razia, tetapi karena kebutuhan masing-masing individu menghindari penularan COVID-19.
"Saya minta masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Ketika keluar rumah harus pakai masker karena dapat mengurangi risiko penularan hingga 80 persen," kata dia.
Kampanye serta razia pemakaian masker, kata Noviar, perlu terus dilakukan mengingat angka kasus terkonfirmasi COVID-19 di DIY masih fluktuatif. "Sampai sekarang kan masih kadang naik kadang turun," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Beras premium 5 kg mulai langka di sejumlah ritel. Mendag Budi Santoso mengatakan Bulog mulai memasok beras premium dan medium ke ritel modern.
Dinsos Bantul mencatat ribuan usulan penerima bansos, termasuk 1.789 usulan PBI JK, 95 PKH, dan 79 bantuan sembako melalui kalurahan dan Dinsos.
Los Pasar Brosot Kulonprogo ambruk sejak 23 Juli 2026 dan belum ditangani. DPRD mendesak solusi sementara bagi pedagang terdampak.
BPS Kota Jogja menegaskan desil DTSEN ditentukan terpusat oleh BPS pusat dari data kementerian dan lembaga, bukan pendataan langsung BPS Kota.
Proyek IKN Tahap 3 senilai Rp17,24 triliun terancam tertunda karena anggaran 2027 belum teralokasi. OIKN mengusulkan tambahan dana.