Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Meski kasus Corona melonjak di DIY, tidak semua daerah memiliki shelter atau tempat penampungan bagia pasien positif namun tak bergejala.
Kasus transmisi lokal COVID-19 di DIY terus mengalami peningkatan. Hingga Kamis (13/08/2020), lebih dari 900 pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Sebagian besar merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang harus melakukan isolasi mandiri di shelter.
Namun dari lima kabupaten/kota, Pemkot Jogja hingga saat ini tidak memiliki shelter bagi OTG. Padahal kebutuhan untuk isolasi mandiri semakin besar karena kapasitas kamar isolasi di rumah sakit rujukan terbatas.
"Yang masih kita kejar adalah kota, karena sampai sekarang belum punya shelter [OTG]," ujar Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) DIY, Pembayun Setyaning Astutie di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (13/8/2020) Siang
Menurut Pembayun, saat ini kapasitas kamar shelter bagi OTG di empat kabupaten lebih dari 2.000 kamar. Masing-masing kabupaten memiliki sekitar 500 kamar di beberapa shelter.
Sedangkan Kota Jogja beralasan masih menunggu proses pencarian tempat shelter. Dinkes DIY masih menunggu kepastian dari Pemkot untuk segera membuat shelter bagi OTG agar dapat dimanfaatkan bagi pasien untuk isolasi mandiri.
Sebab hingga saat ini jumlah kasus yang terkonfirmasi positif di Kota Jogja sudah lebih dari 80 orang. Dari jumlah tersebut, masih lebih dari 20 pasien yang dirawat.
BACA JUGA: Beri Penghargaan ke Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Jokowi: Saya Berkawan Baik
"Kalau kendala [pemkot] saya tidak tahu tapi kan tidak semua orang menerima satu tempat atau bangunan bisa digunakan untuk shelter. Karena OTG kan orang tidak bergejala tapi carrier," tandasnya.
Pembayun menambahkan, Pemda meminta Pemkot Jogja untuk segera menyediakan shelter. Sebab penanganan pasien OTG membutuhkan biaya yang mahal di rumah sakit.
Selain itu karena tanpa gejala, pasien OTG justru bisa mengalami stres bila dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Bila stres, maka pasien justru akan lama sembuh dari COVID-19.
Sementara bila mereka isolasi mandiri di rumah, Dinkes atau Gugus Tugas juga tidak bisa memastikan mereka benar-benar mengisolasi diri atau tetap keluar rumah. Tanpa adanya pengawasan laiknya di shelter, maka dikhawatirkan justru penularannya bisa terus terjadi bila isolasi dilakukan di rumah.
"Juga boros APD-nya (alat pelindung diri-red) karena di rumah sakit juga harus sesuai protokolnya. Kalau di shelter akan lebih homy (nyaman-red) sehingga imunitasnya tinggi," jelasnya.
Sementara Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY, Irene mengungkapkan angka kesembuhan pasien COVID-19 di DIY juga semakin meningkat. Hal ini terjad karena mereka merupakan OTG atau bergejala ringan sehingga kesembuhannya lebih cepat.
"Jadi akhirnya ya cepat sembuh karena tidak bergejala. Namun kita tetap proaktif untuk mencari OTG," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Dinkes DIY mengimbau warga mencukupi cairan dan mengurangi paparan sinar matahari di tengah cuaca panas yang berpotensi meningkatkan risiko ISPA.
Ketua Banggar DPR Said Abdullah menolak usulan kenaikan gaji kepala daerah. Menurutnya, pemerintah perlu memprioritaskan stabilitas fiskal negara.
Zulhas menegaskan pasar karbon nasional harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga kelestarian hutan Indonesia.
OJK menyebut scam digital mengancam kepercayaan publik. Hingga Juni 2026, IASC menerima lebih dari 608.000 laporan dengan Rp674 miliar berhasil diamankan.
Tim SAR Gabungan menemukan bocah yang terseret ombak di Pantai Gua Cemara dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Bugel, sekitar 13 kilometer dari lokasi kejadi