Sudah Ubanan, Bupati Sri Purnomo Geli Dipanggil Kakak

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyerahkan secara simbolis 420 paket sembako bagi 420 warga Tridadi, Sleman, terdampak pandemi Covid-19 di Aula Balai Desa Tridadi, Rabu (29/4/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak\\n
14 Agustus 2020 18:07 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Hari ini, Jumat (14/8/2020) merupakan peringatan Hari Pramuka. Bupati Sleman, Sri Purnomo pun mengunggah sebuah foto di akun Twitternya sedang menggunakan pakaian Pramuka bersama para siswa. 

Unggahan orang nomor satu di Kabupaten Sleman itu diberi judul "Kakak". Sapaan kakak, memang menjadi sapaan khas di lingkungan Pramuka.

Sri Purnomo bercerita, sekalipun ia sudah tua dan rambutnya mulai memutih karena uban, ia masih dipanggil kakak saat mengikuti kegiatan peringatan Hari Pramuka. Terkadang, ia geli dengan sapaan itu. 

"Bagi saya yang sudah ubanan, dipanggil "kakak" itu rasanya geli, agak aneh," twit Sri Purnomo dikutip Harianjogja.com, Jumat (14/8/2020). 

Namun, di balik itu, ia bangga dengan panggilan itu karena seakan menjadi dianggap muda. "Namun, ada rasa nggleleng juga karena dimudakan oleh orang lain," lanjut suami dari Kustini Sri Purnomo ini. 

Selain merasa menjadi berjiwa muda, bagi laki-laki yang sudah menjadi kakek ini, sapaan "kakak" membuat hubungan menjadi lebih dekat.

"Tidak terlalu hierarkis. Lebih bersahabat, sudah seperti keluarga," katanya. 

Bupati yang akan segera menghabiskan masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Sleman ini merasa tanggung jawab dan berjiwa satria memang diajarkan dalam Pramuka. Namun, sisi lain yang juga penting untuk dipelajari adalah kehangatan hati untuk sesama, seperti layaknya kepada keluarga.

"Saling mengasihi, menjaga, dan membantu dengan iklas. Selamat Hari Pramuka, para "kakak". Ada yang kangen sama Persami? Jerit malam dan susur jejak?" tanya Sri Purnomo dalam Twitternya. 

Sumber : Twitter