Pengunjung Malioboro Membeludak, Petugas Kewalahan

Malioboro masih ramai pada Senin (17/8/2020) pagi. - Harian Jogja/Lugas Subarkah
17 Agustus 2020 14:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Libur panjang hari kemerdekaan dimanfaatkan masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata seputar Jogja, khususnya Malioboro. Pada Minggu (16/8/2020) tercatat lebih dari 2.000 orang memasuki Kawasan Malioboro.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengatakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro harus konsisten dalam menerapkan pembatasan pengunjung di masing-masing zona.

“Yang penting UPT Malioboro betul-betul konsisten. Kalau dijaga ya jangan ditinggal. Kan mestinya dibatasi 500 [setiap zona]. Yang jaga juga tidak ada tadi malam. Jadi tidak konsisten,” katanya, Senin (17/8/2020).

BACA JUGA: Peringati HUT Ke-75 RI, Karang Taruna Ngeposari Gunungkidul Upacara di Perut Bumi

Kepala UPT Malioboro, Ekwanto, menuturkan pada akhir pekan ini, pengunjung meningkat banyak dibandingkan dengan akhir pekan sebelumnya. “Khususnya dari TKP [Tempat Khusus Parkir] Abu Bakar Ali, bus dan kendaraan sudah penuh,” kata dia.

Jawatannya melibatkan Dinas Perhubungan Jogja dan Satpol PP Jogja untuk mengatur kelancaran lalu lintas dan mengurai kerumunan. Di samping penuh oleh pengunjung, lalu lintas Malioboro juga dipadati masyarakat yang sekadar lewat atau mencari tempat parkir.

Sebanyak 36 personel Jogoboro ditempatkan di lima zona untuk scan barcode dan cek suhu tubuh pengunjung. UPT Malioboro kewalahan mengatur pengunjung di semua kawasan.

BACA JUGA: Angka Nol di Uang Baru Rp75.000 Kecil Banget, Apakah Redenominasi? Ini Jawaban BI

“Petugas kami habis di sana, tidak mungkin mobile. Maka kami minta satpol PP dan dishub untuk membantu, baik mengurai kerumunan, meupun mengarahkan jalan. Lalau ke utara ya lewat barat, ke selatan lewat timur. Ada 24 orang dari satpol PP dan 24 orang dari dishub,” ujarnya.

Menurutnya, petugas memang kurang konsisten membatasi jumlah pengunjung karena lalu lintas dan kerumunan sangat banyak. Dalam kondisi demikian, jika memaksakan menyeberangkan pengunjung agar sesuai jalur, justru akan menimbulkan masalah di lalu lintasnya.

Kawasan Malioboro dibagi menjadi lima zona, yang masing-masing dibatasi kapasitas pengunjungnya maksimal 500 orang sehingga totalnya 2.500 orang. Ketika di suatu zona jumlah pengunjung sudah melampaui kapasitas, akan ada notifikasi di handphone petugas yang akan mengarahkan penjung ke zona yang belum penuh.

Kendati belum merekap data pengunjung, ia memperkirakan pada Minggu (16/8/2020), terdapat lebih dari 2.000 pengunjung. Para pengunjung ini berasal dari berbagai daerah, seperti Semarang, Bandung, Pekalongan, Brebes dan lainnya.