Peringati HUT Ke-75 RI, Karang Taruna Ngeposari Gunungkidul Upacara di Perut Bumi

Sejumlah orang mengikuti upacara HUT ke-75 RI di Gua Jlamprong, Padukuhan Mojo, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, Senin (17/8/2020) pagi. - Istimewa/Dokumentasi Karang Taruna Ngeposari
17 Agustus 2020 12:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 35 orang dari berbagai kalangan mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Ke-75 Indonesia di Gua Jlamprong, Padukuhan Mojo, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, Senin (17/8/2020) pagi.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Karang Taruna Ngeposari ini sekaligus sebagai upaya mempromosikan Gua Jlamprong kepada masyarakat. Gua berkedalaman 25 meter ini merupakan salah satu destinasi wisata minat khusus di Gunungkidul. Namun, pamornya belum sementereng wisata sejenis lain, seperti Gua Jomblang, yang juga berlokasi di Semanu.

"Selain untuk memperingati kemerdekaan Indonesia, melalui kegiatan bertajuk Dari Desa untuk Indonesia ini kami berupaya mempromosikan Gua Njlamprong sebagai destinasi wisata minat khusus. Sebenarnya destinasi ini sudah ada sejak lama, tapi belum terlalu dikenal masyarakat," ujar Ketua Karang Taruna Ngeposari, Aris Rahmanto, di sela-sela upacara.

Aris mengatakan ini merupakan kali kedua Gua Jlamprong dipilih sebagai lokasi upacara. Sebelumnya pada 2017, upacara serupa pernah dilaksanakan di tempat ini. Namun, kali ini pelaksanaannya berbeda dibanding sebelumnya. Perbendaan paling mencolok terlihat dari jumlah peserta.

"Kalau dulu diikuti berbagai komunitas, jadi yang ikut banyak, sedangkan untuk tahun ini kami batasi maksimal 35 orang sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

Sebanyak 35 peserta yang terdiri dari perwakilan Karang Taruna Ngeposari, kelompok relawan, kelompok sadar wisata Gua Jlamprong dan sejumlah personil TNI-Polri itu melaksanakan upacara tepat di dalam gua yang memiliki luas sekitar 12 meter persegi. Rangkaian upacara ini sama seperti upacara peringatan HUT RI pada umumnya, mulai dari pengibaran bendera merah putih hingga pembacaan doa. Karena digelar di dalam perut bumi, peserta wajib mengenakan helm dan sepatu boot.

Panitia menyediakan tabung oksigen. Ini berfungsi untuk menyuplai oksigen di dalam gua. Perlu diketahui kadar oksigen di tempat ini cukup tipis sehingga dikhawatirkan bisa membahayakan peserta upacara. "Selama acara kami juga siapkan beberapa mobil ambulan dan tim medis," ucap Aris.

Panewu Semanu, Huntoro Purbo mengaku senang bisa ikut dalam upacara ini. Sebab, ada sensasi tersendiri dibanding upacara pada umumnya. "Kebetulan ini baru pertama kali saya ikut, jadi sangat mengesankan, semoga tahun depan bisa diadakan lagi," ujarnya.

Huntoro berharap kegiatan ini bisa menarik minat wisatawan dan ke depan, Gua Jlamprong bisa dikembangkan lebih baik lagi serta ada penambahan fasilitas wisata seperti stan kuliner.