Dukung Suharsono-Totok di Pilkada Bantul, PKS Janjikan 70.000 Suara

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
22 Agustus 2020 21:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mendukung pasangan Suharsono dan Totok Sudarto (Noto) sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Bantul, 9 Desember mendatang. Bahkan partai berlambang bulan sabit dan padi ini menjanjikan lebih dari 70.000 suara untuk Noto.

Perolehan suara tersebut berdasarkan hasil pemilihan legislatif (pileg) pada 2019 lalu. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Bantul, Amir Syarifuddin mengatakan suara PKS cukup solid. Hal itu sudah terbukti dalam pileg sehingga PKS masuk urutan kedua perolehan suara terbanyak di DIY.

“Bantul barat dan timur tidak kurang dari 70.000 suara, dan saya meyakini, ketika ketua DPW [Dewan Pimpinan Wilayah) DIY sudah menginstruksikan maka tidak ada kader yang berkhianat. Saya jamin itu. Apabila ada kader yang berkhianat, sesuai keputusan DPD PKS otomatis akan kami berhentikan,” kata Amir seusai penyerahan Surat Keputusan (SK) dukungan DPP untuk Suharsno-Toto di kantor DPD PKS Bantul, Sabtu (22/8/2020) petang.  

Amir mengatakan Keseriusan PKS dalam mendukung Noto tersebut juga terlihat dari penyerahan SK DPP yang dihadiri pengurus DPP, DPW, DPD, hingga DPC dari 17 kecamatan. Pihaknya memastikan kader PKS solid dan mesin partai sudah siap digerakkan, bahkan jika pilkada dimajukan pun, kata Amir, saksi PKS sudah siap bergerak. Pihaknya juga akan mendeklarasikan ribuan kader dalam waktu dekat. 

“Tinggal menunggu instruksi saja, mesin partai kami sudah tidak diragukan lagi,” ucap Amir.

Anggota DPRD DIY dan mantan anggota DPRD Bantul tiga periode ini mengatakan alasan mendukung Noto karena pasangan tersebut masih diinginkan oleh sebagian besar masyarakat Bantul. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan partainya sehingga ia meyakini pasangan petahan tersebut bakal menang pilkada.

Selain itu, Suharsono diklaimnya sudah teruji dalam pemerintahan lima tahun ke belakang dan saat ini sudah terlihat hasilnya, meski butuh beberapa perbaikan agar Bantul lebih baik lagi. Kemudian, kepemimpinan Suharsono, kata dia, selama ini tidak bersinggungan dengan pelanggaran hukum dan dibuktikan tidak ada pejabat yang berurusan dengan hukum. 

Alasan lainnya, selama PKS mengawal kepemimpinan Suharsono, dalam lima tahun ini masih ada pekerjaan rumah yang belum tuntas, yakni soal pendidikan dan kesehatan gratis agar terjangkau bagi semua kalangan masyarakat. Jika Suharsono dipercaya untuk memimpin kembali Bantul, pihaknya akan mengawal PR tersebut untuk diwujudkan karena itu bagian dari visi misi untuk mensejahterakan masyarakat.

Amir juga percaya Suharsono dan Totok akan menjaga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 tanpa diutak atik “Karena itu paling pokok dan penting bagi PKS,” ujar Amir.

Ketua DPW PKS DIY, Darul Falah menambahkan dukungan PKS terhadap Noto tidak ditentukan sesaat, melainkan butuh waktu lama, setidaknya dalam setahun terakhir. Dalam memberikan dukungan tersebut pihaknya melibatkan semua struktural dan kader PKS dari tingkat bawah sampai Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) karena ingin mencari sosok yang terbaik yang sesuai dengan misi PKS. Hasilnya, kata dia, pilihan itu ada pada pasangan Noto.

Ia mengklaim semua kader PKS solid dan satu suara untuk memenangkan Suharsono-Toto, “Ibarat Formula 1, ini sudah akhir, sudah tidak ada lagi ganti ban dan tidak ada lagi pengisian bahan bakar, sudah tinggal meluncur,” ucapnya.

Dalam penyerahan SK DPP PKS ini, pasangan Suharsono-Totok Sudarto hadir. Selain itu sejumlah pengurus partai yang sudah menyatakan dukungan terhadap Noto juga hadir, seperti Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gerindra, dan Nasdem.