Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan Bantul mengklaim serapan dana keistimewaan tahap pertama untuk berbagai kegiatan yang menyangkut seni dan budaya sudah mencapai di angka 98%. Capaian tersebut melebihi target maksimal 80%.
“Aturannya capaian 80 persen tahap pertama baru bisa mengajukan danais tahap kedua. Tapi kami tahap pertama sudah sampai 98 persen,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Nugroho Eko Setyanto, saat ditemui di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Selasa (25/8/2020).
Nugroho mengatakan serapan danais tinggi di tahap pertama pada Januari-Maret karena sebagian besar kegiatan dilakukan sebelum adanya pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 atau sudah terjadi tapi belum banyak yang tertular di Bantul.
Saat pandemi ini, hampir semua kegiatan terhenti. Bahkan, kata dia, danaias tahap kedua yang seharusnya diajukan Maret lalu baru mau diajukan akhir Agustus ini.
Alokasi danais tahap pertama dinas kebudayaan sebesar Rp1,8 miliar atau 10% dari total jatah danais untuk Dinas Kebudayaan Bantul Rp18 miliar selama satu tahun ini. Selain terlambat pengajuan tahap kedua pencairan, danais Dinas Kebudayaan Bantul juga terkena pemangkasan Rp6 miliar untuk penanganan Covid-19, sehingga total alokasi danais untuk Dinas Kebudayaan Bantul menjadi Rp12 miliar yang dicairkan dalam empat tahap.
Guna menghindari serapan anggaran minim di tahap II dan selanjutnya akibat pandemi, jawatannya akan mengupayakan agar kegiatan seni dan budaya tetap berjalan, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Sebab, pandemi ini hampir semua kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa vakum, “Seperti jatilan, pentas ketoprak, dan upacara adat,” kata dia.
Kendati demikian, ia melihat kegiatan seni dan budaya di masyarakat sudah mulai dilakukan meski dengan dana swadaya. Dinas Kebudayaan Bantul belum berani mengabulkan permohonan proposal pendanaan kegiatan seni dan budaya yang mengumpulkan massa, “Kalau ada jaminan bisa menjalankan protokol kesehatan mungkin nanti setelah [anggaran danais tahap II diketok] akan kami fasilitasi kembali,” kata Nugroho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kosti memperluas komunitas sepeda ontel hingga Papua Tengah dan menargetkan generasi muda melalui program kampus dan sekolah.
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.