UPN Veteran Yogyakarta Jalin Kerjasama dengan Geotronix Indonesia

Geotronix Indonesia sebagai distributor merk drone pemetaan tercanggih di dunia, Microdrones, memperkenalkan sekaligus memamerkan kegunaan drone LiDAR ini dalam kegiatan pemetaan kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Rabu (26/8/2020). - Ist
26 Agustus 2020 17:47 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemanfaatan teknologi pesawat nirawak atau drone dalam dunia survei dan pemetaan umumnya terbatas pada kegiatan fotogrametri dimana sebuah peta dibuat berdasarkan tangkapan foto udara. Penggunaan drone untuk survei dan pemetaan dipercaya lebih efisien karena membutuhkan lebih sedikit sumber daya manusia serta waktu pelaksanaan yang lebih singkat.

Lebih jauh lagi, terdapat pula metode LiDAR (light detection and ranging) yang menggunakan prinsip pantulan laser untuk mendeteksi dan menentukan jarak objek yang ada di permukaan bumi sehingga menghasilkan data yang lebih akurat. Dahulu hanya dapat dibawa menggunakan pesawat yang operasionalnya relatif mahal, dewasa ini sensor LiDAR dapat dimuat pula dalam sebuah drone dan menjadikan survei LiDAR masa kini sebagai metode pemetaan yang paling efisien.

Geotronix Indonesia sebagai distributor merk drone pemetaan tercanggih di dunia, Microdrones, memperkenalkan sekaligus memamerkan kegunaan drone LiDAR ini dalam kegiatan pemetaan kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Rabu (26/8/2020).

Dalam acara yang dirangkai bersamaan dengan penandatanganan kerjasama dan nota kesepahaman (MoU) antara Geotronix dan Fakultas Teknologi Mineral (FTM) UPN Veteran Yogyakarta ini, Geotronix menggunakan wahana Microdrones dengan tipe md4-1000 untuk memetakan luasan +/- 14 hektar kampus UPN di Condongcatur dalam waktu 30 menit dengan membawa sensor mdLiDAR1000 dan kamera foto sehingga langsung mendapatkan foto udara dan data LiDAR yang terintegrasi dalam sekali terbang dengan akurasi data mencapai fraksi sentimeter.

Tidak sekedar membuat drone, Microdrones adalah satu-satunya produsen drone di dunia yang memiliki solusi yang terpadu dimana wahana, sensor LiDAR, kamera, serta software pengolahan datanya dikembangkan, diintegrasikan, dan disempurnakan dalam satu atap oleh Microdrones di fasilitas litbang dan produksinya di Siegen, Jerman.

Kegiatan pemetaan menggunakan drone LiDAR Microdrones ini disaksikan oleh Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Mohammad Irhas Efendi M.S; Wakil Rektor 1 Dr. Ir. Suharsono, M.T., dan juga jajaran pengajar dan mahasiswa Fakultas Teknologi Mineral. Ada pula MoU kerjasama yang ditandatangani bersama oleh Direktur Geotronix Indonesia, Fajar Setio Adi, dan Dekan Fakultas Teknologi Mineral Dr. Ir. Sutarto, M.T. Data yang diperoleh dari kegiatan pemetaan ini akan dimanfaatkan
untuk memperkaya proses kegiatan belajar mengajar Program Studi Teknik Geomatika di UPN Veteran Yogyakarta.

Geotronix Indonesia secara rutin dan konsisten telah menjalin kerjasama dengan beberapa institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan berkontribusi dalam bermacam bentuk kegiatan. Di antaranya kuliah umum dan pelatihan terkait penggunaan alat survei dan pemetaan, hibah software/hardware, peminjaman alat survei untuk penyusunan skripsi dan tesis, penelitian, dan berbagai kegiatan sejenis lainnya. Dengan memaparkan teknologi termutakhir kepada mahasiswa, diharapkan dapat memperluas wawasan sehingga akan lebih siap terjun ke industri dan dunia kerja setelah lulus nantinya.

Suharsono mengatakan saat ini UPN Veteran Yogyakarta sedang kegiatan perkenalan dengan peralatan seperti drone sangat bermanfaat bagi kampus. "Dalam bidang akademik akan memberikan manfaatnya. Mahasiswa lulus tikdak sekadar dapat ijazah tetapi ada soft skill, transfer softs kill," tuturnya. 

Ia berharap, melalui kerjasama ini, manfaat bisa dirasakan tidak hanya pihak kampus tetapi juga perusahaan. 

Sementara itu, Fajar menjelaskan bahwa Geotronix Indonesia melayani penjualan dan penyewaan alat teknologi survei dan pemetaan. "Kami beroperasi di berbagai segmen seperti migas, militer, dan survei dan pemetaan," kata dia. 

Geotronix lahir pada 2014 dan berkantor di Indonesia. Mulai 2016, perusahaan ini mulai membuka ekspansi ke Singapura. Pada 2017, Geotronix mendukung lebih dari 100 proyek survei laut pemerintah Indonesia. "Lebih dari separuh aktivitas survei laut itu, alatnya dari kami. Kami bukan perusahaan jasa yang pergi ke laut tetapi kami menyediakan teknologinya untuk kontraktor-kontraktor," tuturnya.*