Warga Dirikan Pasar Kali Online untuk Bertahan di Tengah Pandemi

Warga Ledok Tukangan, Danurejan, Jogja berinovasi dengan membuat pasar kali online. Dibentuknya pasar kali online dalam rangka meningkatkan penjualan warga yang kebanyakan beralih profesi sebagai pedagang di sektor kuliner. -Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
27 Agustus 2020 09:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, DANUREJAN--Warga Ledok Tukangan, Danurejan, Jogja berinovasi dengan membuat pasar kali online. Dibentuknya pasar kali online dalam rangka meningkatkan penjualan warga yang kebanyakan beralih profesi sebagai pedagang di sektor kuliner.

Salah satu inisiator pasar kali online, Anang Naschihudin, menerangkan latar belakang dibentuknya pasar kali online untuk mendorong perekonomian warga yang terdampak secara signifikan di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Mayoritas masyarakat Ledok Tukangan berprofesi sebagai buruh yang banyak mengalami Pemutusan Hubungan Kerja [PHK] akibat pandemi covid-19. Mereka mau tidak mau harus berpikir kreatif agar dapur mereka tetap mengebul di tengah-tengah pandemi covid-19. Warga lalu berbondong-bondong alih profesi dengan berjualan di sektor kuliner," ungkap Anang Naschihudin, Rabu (26/8/2020).

BACA JUGA : Pandemi Corona Picu Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi DIY 

Minimnya penjualan yang didapatkan oleh warga akhirnya membuat sejumlah pemuda tergerak untuk membuat pasar kali online. Warga yang kebanyakan beralih profesi menjadi pedagang makanan tersebut awalnya hanya memperoleh pesanan dari tetangga di sekitarnya.

"Pesanan makanan sehari berkisar dua porsi setiap harinya. Pasar kali online dibuat selain untuk meningkatkan penjualan masyarakat. Kami mempromosikan dagangan warga dengan memanfaatkan internet dan tentunya media sosial. Diantaranya, Facebook, Instagram, dan sebuah website yang dibuat," terangnya.

Pasar kali online direspons positif oleh sejumlah warga yang terdampak secara ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Pemilik usaha makanan di Ledok Tukangan merasa terbantu dengan kehadiran pasar kali online.

BACA JUGA : Adaptasi dan Relaksasi, 2 Kunci Bangkitnya Ekonomi Kota

"Saat awal-awal pandemi Covid-19, ide untuk membuat pasar kali online ini sudah muncul, namun karena banyak yang menjadi relawan Covid-19, nah akhirnya baru bisa terealisasikan pada Agustus ini," ungkapnya.

Persiapan untuk membuat pasar kali online memang tidak mudah.Ada beberapa tahapan yang harus dipersiapkan. Di antaranya, mulai dari penjual hingga konten yang diunggah di media sosial pasar kali online.

"Awalnya ada 35 yang mendaftar, namun kami bersepakat baru menyetujui sebanyak 18. Karena ada aturan setiap pedagang tidak boleh menjual produk yang sama. Upaya tersebut untuk menghindari adanya kecemburuan sosial, kalau ada yang sama nanti ada yang laku ada yang tidak. Satu orang satu produk agar berbeda," terangnya.

Adapun, untuk aspek pengiriman sendiri dilakukan secara mandiri oleh pemuda di Ledok Tukangan. Pasalnya, pengiriman melalui jasa ojek online dinilai warga masih mahal. Oleh karena itu, pemuda di Ledok Tukangan hanya membanderol harga pengiriman seharga Rp3.000.

Mekanisme pemesanan adalah konsumen memesan melalui hot line yang sudah disediakan di Instagram resmi pasar kali online di @pasarkalionline. Kemudian, pesanan diteruskan ke penjual makanan. Kemudian, dari penjual datang seorang kurir yang bertugas mengirimkan makanan.

"Dengan catatan itu masih di dalam ring road ya, bahkan pengiriman kamu lakukan dengan sepeda sekaligus dalam rangka kampanye untuk pengurangan polusi udara. Pemuda juga bertugas mengupdate katalog menu, karena kan ada beberapa yang tutup karena keperluan-keperluan," terangnya.

BACA JUGA : Pakar dari UGM Prediksikan Nasib Ekonomi ke Depan 

Sejak dibentuknya pasar kali online, penjualan makanan warga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebelumnya, penjualan hanya berada di kisaran dua porsi. Namun, setelah adanya pasar kali online penjualan mengalami kenaikan sebanyak 15 porsi.

"Untuk penjual tidak menutup kemungkinan akan adanya penambahan karena hingga saat ini sudah ada yang mengajukan bergabung sebanyak 15 penjual. Pasar kali online akan sampai kapanpun selama penjual ada, kami juga sekaligus belajar marketing online," ucapnya.