Duit Subsidi Rp1,2 Juta untuk 144.486 Buruh di Jogja Cair

Foto ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Rahmatullah
27 Agustus 2020 21:17 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 144.486 pekerja di Kota Jogja tercatat mulai menerima bantuan subsidi upah untuk pencairan tahap pertama dengan nilai bantuan sebesar Rp1,2 juta yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing pekerja.

“Data penerima yang saat ini sudah mulai menerima bantuan subsidi upah sepenuhnya ditentukan oleh pusat. Harapannya, tahap pertama sudah tuntas dicairkan pada bulan ini atau awal September,” kata Kepala BP Jamsostek Cabang Yogyakarta Asri Basir di sela peluncuran bantuan subsidi upah (BSU) di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (27/8/2020).

Bantuan subsidi upah yang akan diterima pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan bernilai Rp600.000 per bulan. Bantuan akan diberikan selam empat bulan, sehingga total bantuan yang akan diterima pekerja mencapai Rp2,4 juta. Pencairan dilakukan dalam dua tahap.

“Untuk pencairan tahap berikutnya, masih menunggu jadwal,” katanya yang memastikan bahwa satu pekerja hanya akan mendapat satu bantuan subsidi upah.

Oleh karena itu, lanjut dia, jika pekerja tersebut tercatat bekeja di lebih dari satu perusahaan yang berbeda, maka pekerja hanya memperoleh satu bantuan subsidi upah.

“Jadi jangan berharap meskipun bekerja di lebih dari satu perusahaan atau badan usaha dan memiliki banyak nomor rekening, tetapi ia hanya akan menerima satu bantuan,” katanya.

Asri mengatakan, dasar yang digunakan untuk pencairan bantuan subdisi upah adalah nomor induk kependudukan (NIK).

Jika dibanding kabupaten lain di DIY, jumlah pekerja di Kota Yogyakarta yang saat ini tercatat memperoleh bantuan subsidi upah merupakan yang tertinggi dibanding kabupaten lain.

Jumlah pekerja di Kabupaten Sleman yang menerima bantuan sebanyak 46.529 orang, Bantul 30.665 pekerja, Kulon Progo 11.455 pekerja, dan Gunung Kidul 10.567 pekerja. Total penerima bantuan di DIY untuk saat ini sebanyak 243.702 pekerja dan dimungkinkan bertambah karena masih ada data dalam proses verifikasi.

Sebagian besar pekerja dari DIY yang memperoleh bantuan subsidi upah berasal dari perhotelan dan industri garmen.

Asri juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan di DIY yang dinilai tertib dalam membayarkan premi yang sempat tertunggak. Bahkan, ada beberapa perusahaan yang mendaftarkan kepesertaan baru pada Juni.

Sumber : Antara