Dinilai Enthengan, Halim-Joko Dapat Dukungan Partai Gelora di Pilkada Bantul

Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo (keduanya mengenakan batik) saat berdialog dengan pengurus dan simpatisan Partai Gelora beserta warga di Dusun Kradenan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Kamis (27/8/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
27 Agustus 2020 18:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) resmi mendukung pasangan Abdu Halim Muslih dan Joko Purnomo sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul dalam pilkada 9 Desember mendatang.

Partai sempalan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendukung Halim-Joko karena menilai sosok pasangan tersebut enthengan, mau terjun langsung berdialog dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Bahkan dengan anak-anak muda juga mau berdialog. Membuka peluang lebar bagi anak-anak muda untuk ikut mengisi pembangunan di Bantul,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gelora Bantul, Dida Adiyuda, di sela-sela deklarasi dukungan Gelora untuk Halim-Joko di Dusun Kradenan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Kamis (27/8/2020).

BACA JUGA: Pemerintah Akan Gratiskan Vaksin Covid-19

Deklarasi dukungan Gelora untuk Halim-Joko tersebut dikemas dengan dialog santai di area kebon empring dan pinggir Sungai Opak  bersama warga setempat dan para kader serta simpatisan partai. Halim-Joko juga memberikan 17 bibit pohon pisang kepada warga setempat.

Dida mengatakan partainya memang mengasumsikan Halim-Joko sebagai pohon pisang, karena pisang bisa tumbuh dimana pun dan paling banyak ditanam oleh masyarakat bahkan di halaman rumah, sehingga masyarakat tidak asing lagi dengan pisang. Ia berharap sosok Halim-Joko tetap mempertahankan kedekatan dengan masyarakat.

Dida mengatakan Gelora memang partai yang baru lahir belum genap setahun. Namun sebagai entitas politik dan sarana penyatuan kepentingan masyarakat dalam menentukan arah kebijakan partai, termasuk dalam menentukan kepemimpinan daerah melalui pilkada, pihaknya perlu bersikap.

BACA JUGA: Polres Bantul Siapkan 1.000 Personel Pengamanan Pilkada

Sadar akan peran tersebut, Gelora meskipun belum pernah mengikuti pemilu, kata dia, akan terlibat aktif dalam pilkada 2020 ini.

“Jujur, kami semula bekerja keras untuk bisa mendorong munculnya pasangan calon alternatif untuk mengurangi resiko gesekan dan pembelahan hingga partai-partai yang memiliki kursi sebagai syarat pendaftaran memutuskan pilihan untuk berkoalisi dengan yang sudah ada. Jadi peluang itupun tertutup,” ujar Dida.

Pihaknya pun harus memutuskan untuk menentukan pilihan bakal calon yang sudah ada tersebut.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DIY Setiya memastikan pasangan calon yang akan didukung Gelora adalah figur yang enthengan, mau turun langsung bertemu dengan masyarakat. Lebih dari itu, kemudian bisa melakukan dialog terbuka, mampu mendengar aspirasi warga baik berupa keluhan, kritikan, masukan dan lain sebagainya dari beragam kalangan. Tua muda, bapak-bapak ibu-ibu hingga anak-anak milenial.

“Pokoknya yang bisa asyik dialognya,” ucap Setiya.

BACA JUGA: Saat Banyak Orang Jatuh Miskin karena Pandemi Corona, Jeff Bezos Makin Kaya & Punya Harta Rp2.900 Triliun

“Ya buat apa memilih pemimpin yang kemudian berjarak dari rakyat. Tidak saja jarak fisik namun juga jarak pemikiran, karena tidak mau berdialog untuk mendengarkan aspirasi warganya. Malah maunya hanya didengarkan. Sejauh ini Gus Halim dan Pak Joko adalah sosok yang enthengan untuk turun ke warga masyarakat dan bisa berdialog.”

Sementara itu, bakal calon bupati Abdul Halim Muslih mengapresiasi dukungan Gelora untuk Halim-Joko. Menurut dia, dukungan Gelora akan meningkatkan solidaritas dan kekuatan koalisi partai. Selain itu juga memudahkan nantinya dalam membangun Bantul.

“Kian banyak yang bergabung kian mudah dalam membangun Bantul karena banyak yang memberikan ide-ide kreatif. Saya tahu Gelora adalah partai anak-anak muda yang kreatif,” ucap Halim.