Sleman City Hall Bagikan Masker & Hand Sanitizer Bersama Forkompimda Sleman

Sleman City Hall bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Sleman dan Kepolisisan Resor Sleman membagikan masker dan hand sanitizer kepada pengguna jalan di sekitar lampu merah kawasan Lapangan Denggung, Sleman, Rabu (26/8/2020). - Istimewa
27 Agustus 2020 06:07 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sleman City Hall bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Sleman dan Kepolisisan Resor Sleman membagikan masker dan hand sanitizer kepada pengguna jalan di sekitar lampu merah kawasan Lapangan Denggung dan Pasar Pakem, Rabu (26/8/2020).

Kegiatan pembagian masker dan hand sanitizer yang dilaksanakan kali ini diselenggarakan sebagai upaya preventif untuk mencegah dan melindungi warga dari penyebaran Covid-19 di era adaptasi kebiasaan baru.

Selain pembagian masker dan hand sanitizer pengguna jalan yang berada di kawasan Lapangan Denggung dan Pasar Pakem juga diingatkan untuk terus tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama dalam menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto berharap dengan pembagian masker tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan masker sebagai salah satu cara menekan angka penyebaran Covid-19.

Hal ini selaras dengan protokol kesehatan yang dijalankan di Sleman City Hall. Pengunjung Sleman City Hall diwajibkan untuk menggunakan masker sebelum dan selama berada di area Sleman City Hall. Telah disediakan juga area cuci tangan di setiap pintu masuk Sleman City Hall, wajib melakukan pengecekkan suhu tubuh, dan menerapkan physical distancing.

Penyemprotan disinfektan pun dilakukan sebelum dan sesudah jam oprasional berlangsung. Bahkan, saat jam oprasional pun selama 4 jam sekali juga tetap dilakukan pembersihan berkala menggunakan cairan disinfektan diarea mall. Harapannya, pengunjung setia Sleman City Hall tetap dapat mengikuti peraturan yang telah ditetapkan sesuai dengan anjuran pemerintah dalam menjalani adaptasi kebiasaan baru ini. (*)