Kampus Vokasi UNY di Gunungkidul Resmi Beroperasi

Bupati Gunungkidul Badingah saat menyematkan jas almamater bagi mahasiswa baru di Kampus Vokasi UNY di Kalurahan Pancarejo, Semanu. Senin (31/8/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan
01 September 2020 00:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Bupati Gunungkidul Badingah meresmikan kampus vokasi UNY di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Senin (31/8/2020). Diharapkan keberadaan kampus tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Gunungkidul. Namun juga menggerakan roda perekonomian di sekitar kampus.

“Selamat dan mudah-mudahan lulusan dari kampus ini mampu mendukung kemajuan di Gunungkidul,” kata Badingah kepada wartawan, kemarin.

Baca juga: Bendung Kamijoro Bakal Ditutup, Puluhan Hektare Lahan di Bantul Terancam

Menurut dia, keberadaan kampus ini merupakan cita-cita yang diimpikan sejak lama. Oleh karenanya, diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Gunungkidul. “Warga Gunungkidul harus mendapatkan prioritas untuk masuk karena ini sesuai dengan kesepakatan saat hibah tanah untuk pembangunan,” katanya.

Selain itu, Badingah juga berharap keberadaan kampus bisa mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat. Pasalnya, kampus menjadi daya tarik untuk berusaha mulai dari kos-kosan hingga peluang usaha seperti warung makan bagi mahasiswa dan mahasiswi yang berkuliah. “Harapannya peluang ini bisa dimanfaatkan sehingga warga juga ikut merasakan dampak positif dari keberadaan kampus,” ungkapnya.

Baca juga: Covid-19 Sudah Bermutasi di Indonesia dan 10 Kali Lebih Menular, Ini Penjelasan Epidemiolog

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada warga asli di Gunungkidul mendapatkan prioritas berkuliah di Kampus Vokasi di Semanu. Menurut dia, di penerimaan mahasiswa baru ini sudah menyediakan kuota 50% untuk warga Gunungkidul. Hanya saja, hingga saat ini belum terpenuhi karena dari 365 mahasiswa baru, 138 mahasiswa berasal dari wilayah Gunungkidul.

“Kami tetap berusaha memenuhi kuota tersebut karena sebagai bentuk komitmen dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang ada,” katanya.

Sutrisna mengakui, untuk tahap awal pembukaan masih difokuskan di sekolah vokasi dengan D4 di enam jurusan. Meski demikian, kedepannya ada upaya pengembangan, salah satunya program pascasarjana bagi guru-guru di Bumi Handayani. “Kami targetkan di tahun ketiga sudah bisa membuka program pascasarjana bagi para guru,” katanya.

Wakil Rektor UNY Bidang Umum dan Keuangan, Edi Purwanta mengatakan, pembangunan kampus tahap pertama ini menelan anggaran sebesar Rp18,7 miliar. Anggaran ini digunakan untuk membangun gedung empat lantai serta perencanaan dalam pembangunan.

Menurut dia, tahapan pembangunan masih akan terus dilanjutkan. Didalam waktu dekat akan dibangun lanskap kampus senilai Rp8 miliar. Selain itu, untuk menunjang fasilitas dalam perkuliahan juga ada pengadaan mebeler senilai Rp900 juta, serta perangkat komputer sebesar Rp1,6 miliar.