Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Jajaran Pemkab Kulonprogo bersama manajemen PT Jawa Buton Nusantara selaku produsen Asbuton mengecek kondisi ruas jalan di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, yang dilapisi Asbuton, Rabu (2/9/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara \r\n
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ketahanan aspal buton (Asbuton) yang diujicobakan di ruas jalan Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, dinilai cukup memuaskan. Sebab, aspal berteknologi Asbuton yang melapisi jalan tersebut sejak dua tahun terakhir tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Hal itu diketahui saat jajaran Pemkab Kulonprogo, bersama manajemen PT Jawa Buton Nusantara selaku produsen Asbuton mengecek kondisi ruas jalan tersebut, Rabu (2/9/2020). Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui ketahanan teknologi Asbuton yang sudah digunakan untuk melapisi jalan sejak 26 Juni 2018. Adapun jalan yang diuji coba menggunakan Asbuton mencapai panjang 30 meter dengan ketebalan aspal tiga sentimeter.
"Kalau dilihat hasilnya bisa dikatakan positif. Aspal yang sudah digunakan selama 2,5 tahun saat ini kondisinya masih cukup bagus sehingga untuk pemeliharaan tidak perlu dilakukan secara rutin, beda dengan aspal minyak yang pemeliharaannya harus dilakukan setiap tahun," ujar Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kulonprogo, Zahram Asurawan, di sela-sela pengecekan, Rabu.
Jajaran Pemkab selain mengecek kondisi jalan berlapis Asbuton juga mengevaluasi dan menganalisis. Nantinya, hasil dari evaluasi itu menjadi bahan pertimbangan apakah Asbuton bisa digunakan untuk pembangunan jalan lain di Kulonprogo.
"Jika hasilnya positif seperti adanya efisiensi anggaran dan Asbuton benar-benar kuat serta tahan lama, tidak menutup kemungkinan kami menggunakan aspal ini untuk pembangunan jalan lain di Kulonprogo," ujarnya.
Direktur Utama PT Jawa Buton Nusantara, Dirjaya, mengaku puas dengan hasil pengecekan sampel Asbuton di ruas Jalan Sendangsari. Menurutnya, selama 2,5 tahun digunakan aspal ini tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Dijelaskan Dirjaya, Asbuton memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan aspal minyak. Aspal alam yang terkandung dalam deposit batuan yang terdapat di Pulau Buton dan sekitarnya itu diklaim memiliki tingkat keawetan yang tinggi. Makin lama digunakan aspal semakin halus. Adapun puncak kehalusan itu tercapai pada tahun kedua penggunaan. "Untuk kerusakan baru terlihat di tahun keempat dengan persentase kerusakan mencapai 10 persen, kemudian di tahun kelima sekitar 15 persen, setelah itu baru dilakukan overlay [pelapisan] ulang," ujarnya.
Selain awet, penggunaan Asbuton juga lebih efisien. Sebab, tinggi lapisan aspal jika menggunakan bahan ini hanya setebal tiga sentimeter, jauh lebih sedikit dibanding aspal minyak yang biasanya mencapai lima sentimeter. "Penggunaan Asbuton juga tidak terpengaruh fluktuasi harga minyak, sehingga dalam sistem penganggaran lebih valid," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Senin 25 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 25 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Qhomemart Ring Road Timur mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Sleman berpotensi hujan ringan, sementara wilayah DIY lainnya didominasi cuaca berawan.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Senin 25 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.