Uji Coba Aspal Buton di Kulonprogo Memuaskan

Jajaran Pemkab Kulonprogo bersama manajemen PT Jawa Buton Nusantara selaku produsen Asbuton mengecek kondisi ruas jalan di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, yang dilapisi Asbuton, Rabu (2/9/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara \\r\\n
02 September 2020 21:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Ketahanan aspal buton (Asbuton) yang diujicobakan di ruas jalan Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, dinilai cukup memuaskan. Sebab, aspal berteknologi Asbuton yang melapisi jalan tersebut sejak dua tahun terakhir tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Hal itu diketahui saat jajaran Pemkab Kulonprogo, bersama manajemen PT Jawa Buton Nusantara selaku produsen Asbuton mengecek kondisi ruas jalan tersebut, Rabu (2/9/2020). Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui ketahanan teknologi Asbuton yang sudah digunakan untuk melapisi jalan sejak 26 Juni 2018. Adapun jalan yang diuji coba menggunakan Asbuton mencapai panjang 30 meter dengan ketebalan aspal tiga sentimeter.

"Kalau dilihat hasilnya bisa dikatakan positif. Aspal yang sudah digunakan selama 2,5 tahun saat ini kondisinya masih cukup bagus sehingga untuk pemeliharaan tidak perlu dilakukan secara rutin, beda dengan aspal minyak yang pemeliharaannya harus dilakukan setiap tahun," ujar Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kulonprogo, Zahram Asurawan, di sela-sela pengecekan, Rabu.

Jajaran Pemkab selain mengecek kondisi jalan berlapis Asbuton juga mengevaluasi dan menganalisis. Nantinya, hasil dari evaluasi itu menjadi bahan pertimbangan apakah Asbuton bisa digunakan untuk pembangunan jalan lain di Kulonprogo.

"Jika hasilnya positif seperti adanya efisiensi anggaran dan Asbuton benar-benar kuat serta tahan lama, tidak menutup kemungkinan kami menggunakan aspal ini untuk pembangunan jalan lain di Kulonprogo," ujarnya.

Direktur Utama PT Jawa Buton Nusantara, Dirjaya, mengaku puas dengan hasil pengecekan sampel Asbuton di ruas Jalan Sendangsari. Menurutnya, selama 2,5 tahun digunakan aspal ini tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Dijelaskan Dirjaya, Asbuton memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan aspal minyak. Aspal alam yang terkandung dalam deposit batuan yang terdapat di Pulau Buton dan sekitarnya itu diklaim memiliki tingkat keawetan yang tinggi. Makin lama digunakan aspal semakin halus. Adapun puncak kehalusan itu tercapai pada tahun kedua penggunaan. "Untuk kerusakan baru terlihat di tahun keempat dengan persentase kerusakan mencapai 10 persen, kemudian di tahun kelima sekitar 15 persen, setelah itu baru dilakukan overlay [pelapisan] ulang," ujarnya.

Selain awet, penggunaan Asbuton juga lebih efisien. Sebab, tinggi lapisan aspal jika menggunakan bahan ini hanya setebal tiga sentimeter, jauh lebih sedikit dibanding aspal minyak yang biasanya mencapai lima sentimeter. "Penggunaan Asbuton juga tidak terpengaruh fluktuasi harga minyak, sehingga dalam sistem penganggaran lebih valid," ucapnya.